Berita

Kesetaraan dalam Pendidikan

Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Sumatera Barat, mengadakan kegiatan Temu Kolegial Jurusan PLB Nasional, Asosiasi Pendidikan Khusus serta Seminar Nasional Pendidikan Khusus di Ruang Sidang Bung Hatta, Bukittingi, Jum'at hingga Sabtu (5-7/4). Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah, diantaranya Indonesia Timur, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Aceh, dan terkhusus peserta dari ranah minang Sumatera Barat.

Acara ini tersusun dari tiga rangkaian secara berturut-turut 5-7 Maret yaitu Temu Kolegial Jurusan PLB Nasional, Asosiasi Pendidikan Khusus, serta Seminar Nasional Pendidikan khusus yang bertemakan "Implementasi Pendidikan Inklusif yang Berkarakter Menyonsong Kurikulum 2013". Acara ini dihadiri oleh pimpinan jurusan universitas kependidikan yang mempunyai jurusan PLB, dosen, para kepala sekolah inklusi, guru pembimbing khusus yang menemani guru biasa untuk menemani anak tidak normal disekolah regular serta para mahasiswa PLB FIP UNP. Total keseluruhan perserta acara 3 hari berturut-turut ini adalah 463 dan 49 orang khusus kologial yang juga merangkap sebagai peserta seminar. Secara khusus, acara ini langsung dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. Irwan Prayitno.

Dalam pertemuan besar ini, para ketua jurusan PLB se-Indonesia membahas: Pertama, perumusan kurikulum 2013 untuk PLB, termasuk didalamnya kurikulum SD-SMA serta sekolah-sekolah Inklusi (Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus). Kedua, membahas dan menganalisis berbagai masalah aktual terkait dengan penyelenggaraan pendidikan inklusi dan sekolah luar biasa. Ketiga, menyiapkan berbagai dokumen termasuk legalitas untuk persyaratan Inklusi dan Keempat, peningkatan dan pengembangan guru PLB termasuk penelitian dan accesment ( kemampuan guru ditingkatkan dengan alat uji).

Selaku ketua pelaksana, Drs. Damri, M.Pd memaparkan latarbelakang diangatkannya acara tersebut, yaitu tuntutan ilmiah pengembagan jurusan PLB, mengantisipasi tentang kebijakan kurikulum 2013 serta menjawab masalah-masalah berkembang oleh profesi pendidikan khusus.

Lebih lanjut, melalui acara ini Dhamri mengutarakan pengharapannya agar terselenggaranya pelayanan pendidikan bermutu bagi anak-anak berkebutuhan khusus, serta dapat mensosialisasikan kepada seluruh komponen masyarakat, pemerintah untuk memberi dukungan kuat terhadap anak berkebutuhan khusus baik di sekolah PLB ataupun Inklusi.

Salah sorang peserta, Elsi Wulandari Mahasiswa Jurusan pendidikan Luar Biasa 2011 mengatakan bahwa dengan adanya acara seminar ini dia mengetahui seperti apa pendidikan Inklusi berkarakter tersebut. Elsi berharap, semoga sekolah di Sumatera Barat tidak menjadi sekolah inklusi, namun menjadi sekolah Reguler yang terdapat di dalamnya anak berkebutuhan khusus. "Supaya tak ada pelabelan genre dalam sisi kemanusiaan," ungkapnya, Sabtu (6/4). Meri Susanti

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Faeza
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Jefri (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.