Ganto.co - Upacara Pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Ketua Umum FB Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) tahun 2022 di selenggarakan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (3/10).
Sumatra Barat (Sumbar) tahun ini ditunjuk menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum FB Forki tahun 2022, yang digelar dari tanggal 3 hingga 6 Oktober di Auditorium UNP sekaligus melantik kepengurusan Forki Sumbar yang diketuai oleh H. Andre Rosiade, S.E. Kejurnas Karate ini diikuti oleh 21 perguruan dari 32 perguruan yang diakui oleh Forki dan terdapat 1.300 atlet.
Kejurnasan ini merupakan Program kegiatan pembinaan prestasi tindak lanjut tahun 2022, sebelumnya telah dilaksanakan PON Papua tahun 2021 di Jayapura, kemudian Kejurnasan Junior tahun 2021 di Bandung Jawa Barat dan sekarang sedang berlangsung Kejurnas Forki Karate tahun 2022, di Padang Sumatra Barat.
Ketua Umum Forki Sumbar H. Andre Rosiade, S.E., berharap kepada Pemerintah Sumbar agar membangun fasilitas olahraga yang layak sehingga dapat mewadahi para atlet yang ada di Sumbar.
"Kami berharap kepada pemerintah Sumbar agar mendukung kegiatan olahraga ini dengan aksi nyata, bangunlah fasilitas yang baik dan layak, terima kasih kepada UNP yang telah membantu Kejurnas ini," ungkapnya.
Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., selaku Ketua Umum mengungkapkan bahwa PB Forki mempunyai harapan kepada Sumbar atas penyelenggaraan Kejurnas Karate sehingga dapat menghasilkan atlet dengan prestasi yang luar biasa agar dapat tampil dalam Kejuaraan Dunia Seri A.
"PB Forki menaruh harapan besar kepada penyelenggara Kejurnas Forki di Kota Padang ini, dan bagi para atlet karate yang meraih prestasi akan kita usahakan untuk dapat tampil dalam Kejuaraan Dunia Seri A di Jakarta nanti," harapnya.
Hadi menambahkan, dalam suatu kejuaraan atau pertandingan menang dan kalah merupakan hal biasa, sedangkan sportivitas dan solidaritas menjadi hal penting dalam kejuaraan, mengingat telah terjadi kericuhan di stadion Kanjuruhan yang memakan banyak korban.
"Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kejuaraan, namun sportivitas dan solidaritas ialah hal yang harus kita utamakan dan semoga musibah yang terjadi di Kanjuruhan menjadi insiden terakhir kalinya," tutupnya.
Komentar (0)