Ganto.co - Kementrian Pergerakan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Women Friday dengan tema LGBT (Kenali, Pahami, & Hadapi Bersama). Yang dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Jum'at, (15/7).
Zakiah Darajat, selaku pemateri dalam acara ini menyampaikan LGBT adalah orang-orang dengan orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender dan karakteristik seks yang beragam.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika kita membicarakan penyebab terjadinya LGBT, ternyata cukup kompleks jika dikaji lebih dalam. Lingkungan adalah penyebab faktor paling besar atau bahkan keluarga bisa menjadi faktor terjadinya LGBT.
"Isu-isu terkait LGBT ini sudah sering terjadi di tengah-tengah kita, terutama yang saat ini sedang marak-maraknya ialah Transgender dan hal ini tidak hanya terjadi di satu atau dua orang saja tetapi pada kenyataannya hal ini sering terdengar di tengah-tengah kehidupan kita saat ini," ujarnya.
Zakiah menambahkan literasi yang kita dapatkan, teman bermain, dan lingkungan tempat kita tumbuh akan mempengaruhi argumen atau pemikiran kita terkait isu LGBT ini.
"Dari 57 peserta yang hadir dalam acara ini, pastinya membawa argumen tersendiri. Tentunya dalam forum ini kita tidak akan menghakimi setiap pandangan seseorang mengenai isu LGBT," tambahnya.
Tak hanya itu, dalam acara ini juga dibahas mengenai kasus yang belum lama ini sedang booming, yaitu kedatangan pasangan yang dianggap menyimpang ke salah satu acara podcast salah seorang youtuber Indonesia.
Salah satu peserta, Rahmi Syafitri memberikan argumennya terkait hal tersebut. Ia mengatakan bahwa betapa sekarang penyimpangan seksual ini semakin diterima di masyarakat, sebagian perilaku masyarakat yang menoleransi hal tersebut menyebabkan mereka berpikir kalau mereka diterima di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, Zakiah mengatakan bahwa hal tersebut biasanya dilandaskan atas rasa kemanusiaan dan toleransi antar perbedaan. Namun, kasus ini bukanlah perbedaan tapi penyimpangan.
"Seharusnya setiap penyakit harus diupayakan untuk sembuh bukan dirawat, bukan dikasih undang-undang, atau bahkan diberikan panggung. Kita mungkin saja menerima perbedaan tapi tidak penyimpangan," tutupnya.
Komentar (0)