Ganto.co - UNP Milenial Talk yang mengangkat tema tentang "Mengkaji Pola Lingkaran Setan : Dosa Korupsi Politik Indonesia" menghadirkan tiga pemateri kondang Feri Amsari, Haris Azhar dan Yudi Purnomo Harahap.
Berlangsung di Lantai 4 Aula Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Minggu (27/2)
Acara yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP), berlangsung menarik.
Megi Hartandi menjadi moderator dalam acara kali ini. Pembicaraan mengenai lingkup korupsi di partai politik menjadi bahasan utama.
Berdasarkan data tahun 2021 dari databoks mencatat angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia meningkat satu poin menjadi 38.
Databoks juga mencatat Indonesia berada di urutan 96 dari 180 dunia yang naik dari posisi 102 pada tahun 2020 soal IPK secara global, yang artinya buruk untuk kualitas kejujuran Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Kembali lagi melirik diskusi publik UNP Milenial Talk.
Yudi Purnomo Harahap sebagai pembicara yang hadir via daring menjelaskan korupsi berkaitan dengan rakus, selama berkuasa, koruptor akan tetap korupsi.
"Korupsi sebenarnya berkaitan dengan rakus, jadi selama koruptor berkuasa, korupsi tak akan bisa dielakkan," ujar mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2018-2021 itu.
Sementara itu, Feri Amsari menyoroti tubuh partai politik yang menjadi incaran utama koruptor.
"Dalam tubuh partai merupakan incaran utama korupsi tanah air," ujar direktur Pusat Kajian Konstitusi (PUSaKO) Unand itu.
Feri juga menyebutkan ada empat peraturan daerah yang menjadi lingkaran setan dalam menjadi kandidat partai, yaitu pertalian darah, pertalian dakwah, pertalian daerah, dan pertalian dana.
"Menjadi kandidat partai akan menjadi mudah dengan adanya empat peraturan daerah, yaitu pertalian darah, pertalian dakwah, pertalian daerah, dan pertalian dana yang menjadi salah satu bentuk lingkaran setan," tuturnya.
Aktivis HAM Haris Azhar yang menjadi pembicara terakhir, mengingatkan agar semua mahasiswa jangan sesekali menjadi konsumen praktek partai politik.
"Jangan bilang anda-anda disini menjadi konsumen praktek partai politik yang korupsi, jadi hati-hati praktek korupsi politik hanya karena tidak tau,"ucapnya.
Diakhir, Haris juga mengatakan agar mahasiswa menjadi bagian terdepan untuk sadar tentang diri sendiri, dan pentingnya tanggung jawab terhadap segala sesuatu.
"Jadilah anda semua sebagai bagian terdepan untuk sadar tentang diri sendiri, bertanggungjawab pada dirinya lalu bertemu dengan orang yang bertanggungjawab pada dirinya juga sehingga menjadikan komunitas yang madani," tutupnya.
Komentar (0)