Jurnalisme investigasi adalah kegiatan jurnalistik yang membongkar kejahatan. Itulah yang disampaikan oleh Setri Yasra selaku Pemimpin Redaksi majalah Tempo pada kegiatan Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PKJTLN) yang diadakan Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (2/10).
Dalam materinya, Setri juga menjelaskan bahwa liputan investigasi merupakan sesuatu yang khusus dan harus memiliki effort yang lebih untuk hasil yang sesuai.
"Jika menjadi wartawan, jadilah wartawan investigasi," paparnya.
Ia menyampaikan bahwa dalam jurnalistik investigasi ada beberapa teknik dan etika yang harus dilakukan. Pertama, menyamar.
"Kita dapat menyamar terlebih dahulu untuk mendapatkan fakta. Jika sudah baru kita mengkonfirmasikan bahwa diri kita ini seorang wartawan," paparnya
Kedua, dokumen.
"Dokumen ini adalah hal yang sangat penting karena akan menjadi info tambahan untuk memperkuat fakta," tuturnya.
Ketiga, sumber anonim.
"Upayakan sumber anonim ini sedikit dan dalam cakupan yang dekat," ujarnya.
Terakhir, membangun cerita.
"Seorang penulis itu ibarat sutradara yang akan mengatur jalannya cerita. Teknik ini merupakan hal yang sangat penting dalam jurnalistik," jelasnya.
Komentar (0)