Meningkatnya kasus kejahatan seksual, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan diskusi isu berjilid 2 dengan tema "RUU P-KS Perspektif Psikologi Korban dan Pelaku Kejahatan Seksual" melalui aplikasi Zoom Meeting, Minggu (29/8).
Acara ini menghadirkan Nila Anggreiny, M.Psi., Psikolog yang juga merupakan Dosen Psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemateri.
Nila menyampaikan tentang pentingnya kesadaran dan kepedulian terhadap kekerasan seksual.
"Jika kita lihat tentang kasus kekerasan seksual, setiap harinya semakin bertambah dan Alhamdulillah sekarang kesadaran masyarakat untuk melaporkan itu sudah semakin besar," ujarnya
Selanjutnya, Ia menyampaikan korban kekerasan seksual yang terjadi tidak hanya memakan korban perempuan saja melainkan laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual.
"Satu dari 17 anak laki-laki juga mengalami kekerasan seksual, sedangkan satu dari 11 anak perempuan mengalami kekerasan seksual, maka dari itu perlu sebenarnya perlindungan, penanganan terhadap korban agar tidak menjadi permasalahan dikemudian hari," paparnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan faktor kekerasan seksual beragam dan kompleks tidak hanya semata mata dari gender yang memiliki kebebasan untuk melakukan kekerasan seksual, juga tidak hanya relasi perempuan dan laki-laki karena ikatan.
"Banyak faktor yang harus dipandang secara komprehensif, sehingga dalam penyelesaiannya tidak hanya terpusat pada perempuan," ungkapnya.
Selanjutnya, Nila menyampaikan RUU P-KS hanya terfokus pada korban padahal banyak pelaku kekerasan seksual yang masih di bawah umur, menurutnya hal tersebut didasarkan pada faktor keluarga.
"Keluarga menjadi target utama dalam pembentukan karakter anak, ketika keluarga yang tidak melekat akan mempengaruhi bagaimana karakter anak tersebut jadi permasalahan utama biasanya terjadi di dalam keluarga sehingga anak bisa saja menjadi pelaku kekerasan seksual perhatian khusus untuk pelaku sangat penting," pungkasnya.
Komentar (0)