Sejak berlansungnya aksi penempatan Gedung Pusat Kegitan Mahasiswa (PKM) selama tiga hari yang dilakukan oleh selingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), keadaan pun semakin memanas, Minggu (29/8).
Kejadian ini buntut dari tuntutan UKM atas dibukanya Gedung PKM 24 jam kembali.
Terpantau, Satuan Pengaman (Satpam) Universitas Negeri Padang (UNP) telah berjaga di depan Gedung PKM untuk membujuk mahasiswa UKM yang menolak keluar dari gedung tersebut.
Tak membuahkan hasil, pada pukul 20.00 WIB, satpam memaksa masuk ke dalam gedung dan meminta semua mahasiswa UKM yang berada di sana meninggalkan gedung tersebut.
Berjalan hampir dua jam, sejumlah pasukan satpam mendatangi masing-masing ruangan sekretariat UKM agar segera mengemasi barang.
Alhasil, ketegangan pun tak dapat dihindari. Mahasiswa UKM meminta agar mereka dapat berdialog bersama pimpinan universitas di dalam gedung. Namun, satpam meminta mereka berdialog di luar gedung. Hal ini lantas ditolak oleh mahasiswa UKM.
Akibat dari ketegangan itu, bentrokan antara mahasiswa dan satpam tak bisa ditahan. Kericuhan berlansung, adu mulut antara satpam dan mahasiswa pun terjadi.
Hingga pukul 22.00 WIB sejumlah kerumunan di luar gedung PKM berdatangan. Terlihat sejumlah wakil dekan dan pimpinan hadir dalam kejadian tersebut. Presiden Mahasiswa (Presma) Imam Wahyudi kemudian keluar dari gedung PKM disusul beberapa mahasiswa UKM lain. Mereka melansungkan dialog tersebut di depan pintu PKM.
Wakil Rektor III, Hendra Syarifudin, Ph.D yang menemui Presma di luar gedung bersikeras untuk membubarkan mahasiswa UKM dari gedung tersebut.
"PKM akan dibuka dengan aturan-aturan. Besok akan kami bicarakan dengan protokol kesehatan," kerasnya.
Akhir dari ketegangan ini satpam berhasil mendesak mundur mahasiswa UKM keluar dari gedung, dan kembali mengunci pintu.
Komentar (0)