Universitas Negeri Padang (UNP) akan melaksanakan Kuliah Umum bersama Ketua DPR RI, Dr. (H. C.) Puan Maharani, S.Sos., dalam rangka Kuliah Perdana Semester Juli-Desember 2021 pada Sabtu (28/8/2021), pukul 09.00 WIB melalui platform Zoom Meeting.
Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNP melalui postingan Instagram di akun @bemkmunp menyerukan penolakan terhadap kehadiran Puan Maharani dalam kuliah umum yang akan dilaksanakan tersebut.
Presiden Mahasiswa UNP, Imam Wahyudi Afrizon saat diwawancarai Ganto secara langsung mengungkapkan alasan dibalik seruan penolakan tersebut. Ia mengatakan, kuliah umum dengan siapapun boleh, namun perlu dipahami terlebih dahulu tentang sentimen politik pada saat ini.
"Kita boleh kuliah umum dengan siapa saja, tetapi kita pahami juga saat ini sentimen politik mengenai kontestasi politik yang akan diusung tahun 2024 nanti," ujarnya, Jumat (27/8).
Lebih lanjut, Imam mengatakan bahwa saat ini sedang banyak baliho-baliho yang terkesan berkampanye dari masing-masing partai politik, salah satunya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). BEM KM UNP tidak ingin adanya terjadi politik praktis di UNP.
"Salah satu yang dikakampanyekan PDIP adalah Ibu Puan Maharani. Jadi yang tidak kita inginkan dari UNP adalah adanya politik praktis dengan tujuan-tujuan lain dibelakangnya, termasuk mengkampanyekan salah satu pihak dengan mengatas namakan kuliah umum," jelasnya.
Selain itu, Imam mengungkapkan bahwa BEM KM UNP hanya tidak ingin kampus dijadikan sebagai sarana kampanye dari pihak-pihak tertentu.
"Kampus sebagai wadah intelektual pergerakan, mahasiswa sebagai laboratorium pemikiran, yang kita bawa adalah politik nilai. Kita tidak mempermasalahkan siapa orangnya. Kita hanya tidak ingin kampus dijadikan sebagai politik praktis, katakanlah untuk pemilihan presiden 2024 nanti," tutupnya.
Komentar (0)