Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Abdul Muhaimin Iskandar mengadakan Roadshow Politik Kesejahteraan dengan mengusung tema "Gus Muhaimin Mendengar Masyarakat Sumbar" secara virtual melalui platform Zoom Meeting dan secara langsung di Hotel Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (26/8).
Roadshow ini dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., Direksi Rumah Sakit M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SP.OG., anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, bupati se-Sumatera Barat, wali kota se-Sumatera Barat, tokoh adat Sumatera Barat, tokoh agama Sumatera Barat, tokoh pendidikan Sumatera Barat, mahasiswa serta tokoh-tokoh pemuda.
Dalam pemaparannya, Gus Muhaimin sudah lama merencanakan pertemuan dengan masyarakat Sumatera Barat, namun harus tertunda karena situasi pandemi.
"Acara ini sudah lama saya rancang, tapi karena pandemi ditunda. Sebenarnya acara ini kita kemas untuk saya ingin lebih banyak mendengar Sumatera Barat seperti apa, realitasnya seperti apa, bagaimana Sumatera Barat dari segi ekonomi dan lainnya," ujarnya.
Dalam Roadshow tersebut, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., meminta permohonan kepada Gus Muhaimin agar kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah untuk warga Sumatera Barat ditambah.
"Saya melihat bahwa pengajuan bidikmisi paling banyak di Indonesia terletak pada Sumatera Barat, meskipun sudah ada KIP kuliah atau bidikmisi, namun kuotanya sedikit," ujar Ganefri.
Selain Rektor UNP, Direksi Rumah Sakit M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, SP. OG., juga mengajukan permohonannya untuk menyeluruhkan vaksinasi agar Covid-19 cepat hilang.
"Vaksinasi di Sumatera Barat masih rendah, semoga pemerintah bisa menambah alat dan kebutuhan rumah sakit M. Djamil untuk pelayanan lebih baik untuk masyarakat," tuturnya.
Terakhir, Gus Muhaimin mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin Roadshow Politik Sejahtera.
"Semua permintaan akan saya sampaikan kepada bapak presiden, semoga Sumbar lebih baik kedepannya dan Covid cepat menghilang dari negara kita," pungkasnya.
Komentar (0)