Webinar Feature dengan mengangkat tema "Jelajah Feature dalam Bingkai Keberagaman Jurnalistik" dilaksanakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang dengan menghadirkan Andreas Harsono sebagai pemateri, melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (21/8).
Dalam penyampaiannya, Andreas menyampaikan bahwa model penulisan feature mulai diperkenalkan oleh dua mahasiswa di Universitas Yale yang ikut dalam kegiatan pers mahasiswa kampus yaitu Yale Daily News yang terbit sejak tahun 1878. harian mahasiswa ini terbit lima hari dalam seminggu dan merupakan pers mahasiswa tertua di Amerika Serikat.
"Briton Hadden dan Henry Luce, sebagai pencetus awal tulisan feature akhirnya mendirikan majalah Time seusai lulus. Hingga akhirnya terlahirlah tulisan feature dari majalah Time itu sendiri," ujarnya.
Selain itu, Andreas menjelaskan bahwa Model penulisan feature akhirnya mulai ditiru oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia seperti Tempo yang menggunakan feature sebagai tulisan berita dan opini.
"Contohnya saja Tempo yang ketika awal terbit memakai feature sebagai andalan penulisan berita maupun opini,"
Lebih lanjut, Anderas mengatakan bahwa Goenawan Muhammad selaku Pemimpin Redaksi Tempo juga mempertahankan tulisan feature dan membuat sebuah buku terkait teori feature.
"Ia lantar membuat sebuah buku dengan judul Seandainya Saya Wartawan Tempo yang berisi teori tentang feature yang terbagi dalam beberapa bab," tuturnya.
Andreas juga menjelaskan terkait fokus pertanyaan feature yang membantu seseorang fokus menulis nantinya.
"Secara sederhana, feature itu selalu dimulai dengan sebuah fokus pertanyaan antara 5W1H. Setiap feature harus punya fokus, gunanya untuk membuat kita fokus dalam menulis," pungkasnya.
Komentar (0)