Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakah Subuh Mubarokah dengan mengusung tema "Ibadah Maksimal Tanpa Halitosis" melalui platform Zoom Meeting, Jumat (16/7).
Dr. drg. Nila Kusuma. M. Biomed selaku pemateri menyampaikan mengenai ilmu kedokteran gigi tentang halitosis supaya kegiatan ibadah tidak terganggu sehingga ibadah dapat dijalankan dengan maksimal. Ia mengatakan ibadah terbagi menjadi empat.
Pertama, qolbiyyah yang menggunakan aktivitas hati seperti iman kepada Allah.
Kedua, qowliyyah yang menggunakan aktivitas lisan.
Ketiga, amaliyyah yang dilakukan dengan aktivitas tubuh.
Keempat,maaliyyah yaitu ibadah yang menggunakan harta, seperti sedekah.
"Kita sebagai dosen dalam melakukan aktivitas sehari-hari banyak menggunakan lisan dalam mengajar. Dalam hal itu dosen dan mahasiswa berada pada area yang sangat berdekatan maka kehadiran halitosis saat berkomunikasi akan mengganggu konsentrasi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Nila menjelaskan mengenai halitosis. Halitosis berasal dari bahasa latin halitus yang berarti nafas dan osis yaitu perubahan patologis. Makna dari halitosis adalah bau yang tidak sedap dari pernapasan dan rongga mulut. Aroma yang tidak sedap dari mulut kita dapat mengganggu konsentrasi seseorang di sekitar kita saat beribadah.
"Individu dengan halitosis biasanya tidak menyadari kondisi ini. Pada umumnya halitosis sering teridentifikasi oleh pasangan, anggota keluarga, dan sahabat. Hal tersebut dapat mengganggu hubungan silaturahmi," jelasnya.
Komentar (0)