Di akhir masa perkuliahan semester Januari-Juni 2021, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof.Dr. Ganefri., Ph.D., mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru terkait kegiatan perkuliahan semester Juli-Desember 2021 di masa pandemi Covid-19, Rabu (9/6).
Dalam SE tersebut, terdapat enam poin penting, yaitu sebagai berikut:
- Bagi mahasiswa tahun masuk 2020 perkuliahannya dilaksanakan secara luring (tatap muka) untuk mata kuliah program studi dan fakultas, sementara untuk mata kuliah tingkat universitas tetap dilaksanakan secara daring.
- Bagi mahasiswa selain tahun masuk 2020 perkuliahan dilaksanakan secara daring
- Perkuliahan daring menggunakan platform https://elearning2.unp.ac.id/login/index.php
- Jika sangat diperlukan perkuliahan praktikum di laboratotium, bengkel/workshop atau yang sejenis untuk mahasiswa selain tahun masuk 2020 dapat dilakukan secara luring dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Ketentuan mengenai pelaksanaan praktikum diatur oleh fakultas masing-masing.
- Seluruh warga Universitas negeri padang dihimbau untuk terus bahu-membahu menghentikan penyebaran Covid-19, mengedukasi masyarakat akan bahaya virus Covid-19.
- Surat edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, sewaktu-waktu edaran ini dapat berubah dengan menyesuaikan dengan perubahn yang diterbitkan oleh kementerian/lembaga pemerintah terkait dengan protokol kesehatan.
Menanggapi SE tersebut, Nadiah Masviva selaku Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia TM 2020, mengatakan bahwa ia merasa senang bisa kuliah tatap muka karena, dari awal masuk kuliah, ia belum merasakan bagaimana kuliah secara langsung di kampus (tatap muka).
"Aku senang sekali bisa offline, aku berfikir jika offline nanti, suasana belajar akan lebih bervariasi dan dapat meningkatkan kualitas dalam belajar," ujarnya.
Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa pemberitahuan kuliah luring, adalah kabar gembira baginya karena, ketika mengikuti perkuliahan daring, ia terkendala dengan jaringan yang tidak menentu, elearning yang eror dan juga konsep pembelajaran yang tidak maksimal karena kekurangan sumber.
Akan tetapi, di sisi lain Nadiah juga merasa khawatir, kalau nantinya SE itu berubah lagi.
"Surat Edaran bisa berubah-ubah, tergantung situasi ke depannya. Harap keputusan ini tidak akan berubah lagi, kasihan sama teman-teman yang sudah mencari dan membayar tempat tinggal, namun tidak jadi di huni."
Sama halnya dengan Nadiah, Aditiawarman selaku Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia TM 2020, juga mengatakan hal yang sama, bahwa ia merasa senang akan bisa kuliah tatap muka di kampus nantinya, meskipun sudah merasa nyaman kuliah daring.
"Saya senang sudah bisa luring, meskipun ada sepenggal hati saya yang bilang sudah kenyamanan daring," ujarnya.
Komentar (0)