Webinar bertajuk "Peluang Konten Lokal dan Stasiun Tv Lokal dalam Migrasi Digital" diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia secara virtual melalui platformzoom meeting dan streaming YouTube. Webinar yang dimoderatori oleh ketua AJI Yogyakarta, Shinta Maharani ini bertujuan mengangkat peluang dan tantangan yang dihadapi stasiun televisi lokal pada migrasi digital dan mencari solusi terbaik untuk menjaga bagaimana konten lokal tetap eksis di layar televisi, Kamis (25/2).
Webinar ini menghadirkan empat pemateri, diantaranya: Direktur Penyiaran Kementrian Kominikasi dan Informatika; Geryantika Kurnia, Direktur Pemberitaan JTV; Abdul Rokhim, Pemimpin Redaksi Bali TV; Nyoman Sugiarta, serta dosen Universitas Padjadjaran yang juga tergabung di Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran; Eny Maryani.
Migrasi siaran analog ke digital merupakan sebuah keniscayaan yang tentu saja harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Direktur Penyiaran, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia mengatakan jika migrasi televisi analog ke televisi digital akan dilakukan pada tanggal 02 November 2022.
Sementara itu Abdul Rokhim mengatakan bahwasanya wacana televisi digital yang diisukan akan dimulai pada 02 November 2022 tersebut sudah lama beredar. Abdul mengatakan jika migrasi digital tersebut memang tidak dapat dihindari.
"Karena migrasi digital adalah sebuah keniscayaan dan tidak bisa kita hindari, tidak ada lagi opsi, yang bisa kita lakukan sebelum nanti dilaksanakan (migrasi digital) adalah bersiap diri," ungkap Abdul.
Abdul juga mengatakan bahwa televisi lokal tidak dapat dipandang hanya sebagai sebuahplatform. Menurutnya banyak sekali isu-isu lokal, keunikan-keunikan budaya, aspirasi masyarakat maupun prestasi-prestasi yang ditunjukkan warga lokal tidak banyak terkover oleh media yang cakupannya nasional, sehingga diperlukan adanya media lokal untuk menyuarakan apapun yang terdinamika atau apapun yang terjadi di daerah sehingga masyarakat didaerah tersebut mendapatkan informasi yang setara atau se-level seperti yang dilakukan oleh media nasional di ibu kota.
Sementara itu Nyoman Sugiarta mengatakan migrasi digital memang memberikan peluang berupa pilihan sajian yang lebih jernih, namun sekaligus juga memberikan tantangan dalam hal infrastruktur.
"Terkait dengan infrastruktur mungkin agak susah bagi kita mengejar target dua tahun kedepan ini, karena situasi ekonomi. Kita belum tahu persis kapan pandemi akan berakhir. Sementara bermigrasi ke televisi digital itu perlu persiapan infrastruktur," jelasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!