Berita

Advokasi Pekerja dan Kesehatan Mental Butuh Ditingkatkan

Advokasi Pekerja dan Kesehatan Mental Butuh Ditingkatkan
Tangkapan layar: dr. Gina Anindyajati SpKJ. pada diskusi online Kesehatan Mental Pekerja Media Selama Pandemi via zoom meeting, Senin (20/10).

Diskusi online Kesehatan Mental Pekerja Media Selama Pandemi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI)) dan International Federation of Journalists (IFJ) menghadirkan pemateri dr. Gina Anindyajati SpKJ.dari Departemen Psikiatris FKUI-RSCM melalui platform Zoom meeting dan streaming YouTube, Senin (26/10).

dr. Gina menjelaskan bahwa advokasi pekerja dan kesehatan mental di Indonesia sangat butuh ditingkatkan. Pekerja media adalah pekerja paling rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

Sebelum covid-19 mulai pun tekanan demi tekanan permintaan global berita terkini, paparan kerja media dengan potensi traumatik, depresi, stres, burnout telah menggangu kognitif fisik dan jiwa jurnalis.

"Pandemi membuat tekanan terhadap jurnalis semakin tinggi, salah satunya masyarakat ingin informasi up to date yang valid, di sisi lain kebanjiran data yang bahkan masi buram, lalu resiko terpapar covid di lapangan," ujar dr. Gina.

Pekerja media saat pandemi Covid-19, tentunya kelelahan dan mengalami banyak kecemasan yang akan membuat stres. Stres berkepanjangan akan mempengaruhi fisik lewat respon tubuh seperti sakit kepala. Lama-kelamaan ini akan membuat emosi tidak stabil, personal yang toxic sampai presepsi negatif terhadap diri sendiri.

Menurut dr. Gina, cara mengatasi ini semua dimulai dengan kenali kepribadian kita, tentang pikiran dan pola pikir kita, lalu perasaan kita terhadap situasi, perilaku kita seperti apa, dan kenalipenyebab intensitas stres kita sendiri sehingga dapat diminmalisir ketika muncul gejala stres.

Lanjutnya, terapkan pola hidup sehat. Para pekerja media harus menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga ringan, menjaga tidur yang berkualitas dan baik, serta menjaga komunikasi dengan teman, keluarga, dan tetatangga.

Terakhir, dr. Gina menyarankan agar meminta bantuan profesional jika semua cara sudah tidak bisa lagi seperti konsultasi ke psikolog dan psikiater.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Zanda
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter
Diedit & Diverifikasi oleh: Fuji Jelang Ramdhan (Editor dan Videografer)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.