Piranha Smart Center (PSC)menyelenggarakan webinar dengan tema "Belajar Mudah Penelitian Kualitatif" melalui aplikasi Zoom. Acara ini menghadirkan Dr. Anita Kristina, SE., M.Si, yang merupakan dosen universitas Trunojoyo Madura, sekaligus penulis buku "Belajar Mudah Metodologi Penelitian Kualitatif".
Anita mengungkapkan bahwa hal yang melatarbelakanginya untuk menulis buku "Belajar Mudah Metodologi Penelitian Kualitatif" adalah karena kesulitannya sebagai peneliti pemula kala itu dalam memahami isi buku-buku penelitian kualitatif.
Menurutnya buku-buku metodologi menggunakan bahasa yang sulit dipahami dan diaplikasikan.
"Dari buku metodologi yang saya baca, biasanya banyak buku itu bercerita menggunakan bahasa filosofis. Sehingga saya sebagai peneliti pemula dulu merasa kesulitan memahami dan memparaktikan isinya," ujar Anita, Kamis (22/10).
Memulai materi, Anita berbagi pengalamannya ketika menghadapi mahasiswa yang akan melakukan penelitian saat ditanya alasan kenapa menggunakan penelitian kualitatif, mereka menjawab karena tidak menyukai hitung-hitungan.
"Saya tidak suka hitung-hitungan, tidak suka rumus yang rumit dan sebagainya. Kualititatif lebih sederhana, lebih dengan kalimat-kalimat yang sederhana," tiru Anita.
Kemudian ia mengatakan sebenarnya penelitian kualitatif tidak sesederhana itu, akan tetapi kualitatif digunakan untuk menguji kebenaran dalam sosial kemasyarakatan yang tidak bisa terukur secara jelas, yang bersifat subjektif dan non prediktif.
Lebih lanjut Anita menjelaskan seorang peneliti kualitatif berarti ia harus berfikir secara kualitatif. Menurutnya berfikir kualitatif itu adalah berfikir yang mulai dari nol. Adapun maksudnya seorang peneliti kualitatif tidak boleh berprediksi apapu dan tidak boleh mengindikasikan apa-apa sebelum terjun ke lapangan.
Menurut Anita sebelum melakukan penelitian kualitatif harus lebih dulu memahami paradigma penelitian kualitatif itu sendiri. Menurutnya paradigma penelitian kualitatif itu diantaranya adalah positivisme, interpretivisme, kritis posmodernis, spiritualisme dan religius.
Anita juga mengatakan dalam melakukan penelitian kualitatif harus ada karakteristik dan memiliki fokus, sehingga tidak menyebabkan bias.
"Kita bisa tampilakan sesuatu itu sebagai jawaban ketika kita memiliki argumentasi yang kuat. Karena kualitatif itu sangat kompatibel. Apakah sesuai dengan kategori yang kita buat atau tidak. Jadi kita harus kuat menuliskan argumentasi dari setiap jawaban-jawaban dari hasil temuan-temuan penelitian kita," tutup Anita.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!