Aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di hari kedua tuai ricuh di jalanan depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kamis (8/10).
Aksi ricuh ini dimulai ketika oknum massa melakukan aksi anarki seperti lempar batu dan lain sebagainya. Salah satu anggota kepolisian yang melakukan pengejaran pelaku anarki mengatakan bahwa massa yang melakukan tindakan anarki berasal dari campuran.
"Yang melakukan aksi ricuh bukan hanya anak STM, namun campuran massa seperti preman dan lain sebagainya," ujarnya (tidak ingin disebutkan nama). Kamis, (8/10).
Aksi ricuh yang terus berlajut memaksa polisi untuk melemparkan gas air mata dan melakukan pengejaran hingga ke depan Basko.
Dalam pantauan Ganto, massa campuran yang melakukan aksi anarki tersebut melarikan diri saat dikejar oleh pihak kepolisian menggunakan truk polisi.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!