Berita

Aksi Tolak Omnibus Law Tuai Ricuh, Polisi Lemparkan Gas Air Mata

Aksi Tolak Omnibus Law Tuai Ricuh, Polisi Lemparkan Gas Air Mata
Polisi sedang berjaga untuk menahan tindakan anarki saat aksi tolak Omnibus Law. f/aminah

Aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di hari kedua tuai ricuh di jalanan depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kamis (8/10).

Aksi ricuh ini dimulai ketika oknum massa melakukan aksi anarki seperti lempar batu dan lain sebagainya. Salah satu anggota kepolisian yang melakukan pengejaran pelaku anarki mengatakan bahwa massa yang melakukan tindakan anarki berasal dari campuran.

"Yang melakukan aksi ricuh bukan hanya anak STM, namun campuran massa seperti preman dan lain sebagainya," ujarnya (tidak ingin disebutkan nama). Kamis, (8/10).

Aksi ricuh yang terus berlajut memaksa polisi untuk melemparkan gas air mata dan melakukan pengejaran hingga ke depan Basko.

Dalam pantauan Ganto, massa campuran yang melakukan aksi anarki tersebut melarikan diri saat dikejar oleh pihak kepolisian menggunakan truk polisi.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Aminah Wulan Sari Lubis
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita
Diedit & Diverifikasi oleh: Resky Amelia Putri (Redaktur Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.