Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan pembekalan untuk 2500 orang mahasiswa yang terpilih dan lulus seleksi dalam program Kampus Mengajar Perintis, melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Senin-Jumat (5-9/10).
Dalam pesan penugasan yang diberikan oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk membantu dan memastikan proses pembelajaran masih bisa berlangsung di seluruh daerah di Indonesia, khususnya sekolah dasar pada kondisi Covid-19 ini.
"Karena visi kami di Kemendikbud adalah agar mahasiswa mampu berbakti pada negaranya sebelum ia lulus," ujarnya pada pembekalan Program Kampus Mengajar Perintis hari pertama, Senin (5/10).
Nadiem mengatakan, program ini akan menjadi program terbesar pemerintah untuk memastikan mahasiswa berkontribusi meningkatkan kualitas pembelajaran generasi berikutnya. "Yang muda-muda membantu yang lebih muda lagi,"ujarnya.
Nadiem menekankan bahwa peran guru dan pengajar tidak dapat digantikan dengan teknologi."Bisa disempurnakan atau dikuatkan oleh teknologi, namun tidak bisa digantikan oleh teknologi," tegasnya.
Nadiem juga menyebutkan bahwa sekarang negara ini tidak hanya mengalami krisis kesehatan dan ekonomi, melainkan juga krisis pembelajaran. Karena itu, ia berharap akan keseriusan mahasiswa sebagai penerus generasi bangsa dalam menjalani program ini. "Mohon tanggapi program ini dengan serius, belajar sebanyak mungkin, sekeras mungkin dan lakukan program ini dengan hati yang tulus," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!