Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Budaya Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaann Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan pada 24 Maret lalu salah satu poin nya menghimbau pelaksanaan belajar di rumah dilaksanakan secara daring atau jarak jauh.
Merujuk pada kebijakan tersebut, Prof. Genefri Ph.D selaku rektor Universitas Negeri Padang (UNP) juga telah mengeluarkan beberapa surat edaran dalam langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan UNP. Salah satunya Surat Edaran Nomor: 1593/UN35/AK/2020 yang berisikan tentang Kegiatan Kampus dalam Rangka Kewaspadaan Pandemi Covid-19. Salah satu poin didalamnya yakni pelaksanaan pekuliaham semester Januari-Juni yang dilaksanakan melalui platforme-learning. Dalam hal ini, seluruh mahasiswa UNP wajib melaksanakan perkuliahan secara daring.
Berdasarkan hal tersebut, beberapa mahasiswa mengakui terdapatnya sejumlah kendala dalam pelaksanakan kuliah daring. Dini Hanifa Hasran, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, tahun masuk (TM) 2016 mengatakan bahwa kesulitan yang ia hadapi selama kuliah daring ini salah satunya adalah masalah jaringan yang tidak stabil. "Dalam mengirim tugas, saya terkendala jaringan yang tidak stabil di kampung, e-learning saja tidak bisa dibuka," keluhnya, Selasa (7/4).
Sementara itu, Fitri Hartati, Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, TM 2018 mengaku bahwa perkuliahan daring ini terasa menyulitkan daripada kuliah tatap muka secara lansung. "Kuliah daring ini susah, banyak tugasnya juga", ujarnya saat diwawancara via WhatsApp, Kamis (7/4).
Menanggapi keluhan mahasiswa yang menjalani perkuliahan daring tersebut, Dr. Yudi Antomi, M.Si selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial mengatakan bahwa mahasiswa dan dosen harus bisa saling bekerja sama dalam melaksanakan perkuliahan daring ini. Selain itu, ia menuturkan bahwa tidak ada dosen yang menyulitkan mahasiswanya dalam perkuliahan daring ini. "Saya rasa tidak ada seorang dosen pun yang memberi tugas dengan maksud menyulitkan mahasiswa, melainkan memotivasi mahasiswa agar tujuan perkuliahan tetap dapat tercapai. Dengan tidak adanya kejadian pandemi Covid-19 ini pun mahasiswa juga banyak yang tetap mengeluhkan tugas, iya kan?" ujarnya kepada reporter Gantovia WhatsApp, Rabu, (6/5).
Selain itu, munculnya berbagai keluhan selama pandemi juga menyebabkan Jurusan Psikologi membuka layanan konsultasi terkait permasalahan yang dialami mahasiswa selama pandemi. Hal ini dilakukan sebagai sarana berkonsultasi bagi mahasiswa yang mengalami permasalahan psikologis yang mucul akibat pandemi tersebut. Salah seorang dosen Jurusan Psikologi, Nurmina, S.Psi., M.A., Psikolog menuturkan bahwa dalam konsultasi tersebut, mahasiswa banyak mengeluhkan muncul nya berbagai masalah selama masa pandemi ini. "Disamping masalah stres akibat perkuliahan daring, juga muncul masalah umum lainnya akibat dampak Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari mereka," paparnya, Sabtu (16/5)
Nurmina menambahkan bahwa permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama pandemi ini menekan mahasiswa secara psikologis. Disamping kecemasan mereka akan pandemi yang tak kunjung berakhir, ditambah lagi masalah perkuliahan daring yang cukup menguras tenaga dan perhatian mereka.
Jika dilihat dari pelaksanaannya, banyak pihak yang menuturkan bahwa perkuliahan secara daring ini dinilai kurang efektif dibandingkan dengan kuliah tatap muka lansung. "Sistem yang belum terbiasa dilakukan menjadi problema tersendiri di kalangan mahasiswa maupun dosen yang bersangkutan." Tutup Nurmina.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!