Mengusung tema "Literasi di Era Disrupsi", Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia selenggarakan Festival Media (Fesmed) 2019 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Sabtu (16/11). Pada Fesmed AJI ke-8 ini, Provinsi Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah.
Fesmed merupakan agenda tahunan AJI Indonesia sebagai bentuk silaturahmi antarjurnalis dan perhelatannya bergilir dari satu kota ke kota lain. Selain diikuti oleh AJI kota se-Indonesia, acara ini juga diikuti oleh pers mahasiswa dan terbuka untuk umum bagi masyarakat.
Ketua Fesmed AJI 2019, Suang Sitanggang, mengatakan bahwa festival ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 16 dan 17 November yang terdiri atas dua talkshow dan 11workshop.
Suang berharap agar Fesmed ini menjadi sebuah ajang yang bisa meningkatkan kapasitas jurnalis di Jambi maupun di luar Jambi, pers mahasiswa, dan masyarakat yang hadir.
Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan, mengungkapkan bahwa saat ini AJI memiliki anggota sebanyak 1800 orang dengan 38 cabang AJI kota di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan bahwa media sekarang ini mengalami disrupsi yang ditandai dengan kurangnya minat baca koran karena masyarakat berpindah ke gawai. Selain itu, juga terdapat permasalahan mengenai jurnalisme warga.
Fesmed ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum. Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada AJI selaku penyelenggara dan terlaksananya Fesmed 2019 di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Fachrori juga mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan para jurnalis dalam menyampaikan informasi dan berita yang tepat, aktual dan terpercaya.
Adapun rangkaian kegiatan pada Fesmed tersebut, yaitu pameran foto heritage, pameran lukisan, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional bagi pers mahasiswa se-Indonesia, talkshow, workshop, dan pameran. Untuk kegiatan talkshow dan workshop, diisi oleh berbagai pembicara yang merupakan jurnalis dari berbagi media yang tersebar di Indonesia.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!