Seorang wartawan harus disiplin, dan memiliki sikap skeptis. Yakni sikap tidak mudah percaya seperti yang dimiliki oleh para peneliti. Skeptis bukanlah sifat ragu-ragu, skeptis mengantarkan pada upaya mencari dan verifikasi kebenaran agar terhindar dari informasi yang tidak penting.
Selain itu seorang wartawan bertugas sebagai pemberi informasi yang berisikan pengetahuan, bukan yang memberikan informasi yang menimbulkan kecemasan. Hal ini disampaikan oleh Wisnu Nugroho, pada acara Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PKJTLN) Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang di Aula Wisma Rabbani Padang Panjang, Senin (30/9).
Selanjutnya Wisnu menyampaikan bahwa jurnalistik berlandaskan pada kebenaran dan berupaya mencari kebenaran. "Ada tiga jenis kebenaran, yakni kebenaran absolut, kebenaran akademis dan kebenaran jurnalistik. Pertama, kebenaran absolut adalah iman dan kepercayaan yang bersifat religius, kedua kebenaran akademik yang diuji dengan metode akademis dan ketiga kebenaran jurnalistik yang dicari dengan metode jurnalistik," tuturnya.
Tidak hanya itu, Wisnu menjelaskan bahwa saat ini terdapat 43.300 media online di Indonesia yang bersumber dari dewan pers. Sementara yang layak dan terverifikasi dan punya kapasitas hanya 168 media. Media online cenderung memiliki pattern atau layout website huruf F karena mata manusia cenderung melihat seperti itu. Dunia jurnalistik mendapatkan tantangan sendiri dalam dunia digital, website dan media sosial.
Dalam menggunakan media sosial, seseorang harus miliki otoritas dan kredibilitas di online yang bagus. Hal ini penting karena akan dijadikan bahan pertimbangan untuk masuk kerja. Perlu hati-hati di sosial media dan beraktivitas di sosial media, baik pada postingan maupun kolom komentar. "Gunakan secara bijak media sosial karena setiap orang dinilai dari sosial media," ujarnya.
Lebih lanjut, Wisnu mengatakan bahwa cara mudah membangun image adalah dengan LinkedIn, yakni sebuah akun profesional, setiap orang bisa dikenal lewat LinkedIn, tentang background dan pelatihan apa saja yang diikuti.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!