Hari kedua Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PKJTLN) 2019 yang diselenggarakan SKK Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) pada Minggu (29/9) mengunjungi dua tempat wisata edukasi untuk melakukan peliputan video, yaitu ke Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari perwakilan berbagai Lembaga Pers Mahasiswa se-Indonesia.
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Rumah Puisi Taufiq Ismail. Rumah Puisi ini terletak di Nagari Aie Angek Jl. Raya Padang Panjang — Bukittingi Km 6, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Rumah tersebut berdiri sejak 20 Februari 2008. Rumah ini didirikan oleh Taufiq Ismail dan Ati Ismail.
Pengelola Rumah Puisi Taufiq Ismail, Tirta Zeli Fransiska mengatakan bahwa rumah tersebut didirikan dengan biaya yang diperoleh dari hadiah sastra Habibie Award 2007, yakni sekitar 200 juta setelah dipotong biaya administrasi pajak. Rumah puisi ini buka setiap hari pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB dan pada tutup pada hari Senin .
Di rumah puisi ini terdapat perpustakaan. Perpustakaan tersebut memiliki sekitar 8.000 koleksi buku. Diantara koleksi itu terdapat buku karya Taufiq Ismail dan buku karya pengarang lainya. Ada berbagai jenis buku karya Taufiq Ismail di sana, diantaranya buku Tirani dan Benteng yang berisi kumpulan puisi. Selain itu ada buku sastra, cerpen, politik, dan sebagainya. Buku di perpustakaan ini bukanlah milik pemerintah daerah melainkan milik pribadi Taufiq Ismail.
Lebih lanjut Tirta mengatakan bahwa waktu Taufiq masih menduduki sekolah dasar, setiap orangtuanya pergi ke pasar selalu membelikan oleh-oleh dua bua buku. "Buku ini dikumpulkan bapak sejak dari kecil," ujarnya.
Selain itu, rumah puisi ini juga menjadi tempat pelatihan guru bahasa dan sastra Indonesia, tempat siswa membaca buku dan berlatih menulis serta menimba ilmu, tempat kegiatan apresiasi sastra Indonesia dan Minangkabau, serta tempat sastrawan dari daerah lain diundang dan berintegrasi dengan alam Minang.
Pengelola rumah puisi ini juga mengatakan bahwa tujuan didirikan rumah tersebut adalah untuk peningkatan mutu anak bangsa dalam budaya membaca buku dan kemampuan menulis, sehingga menjadi manusia terpelajar, bermartabat dan dinaungi rida Allah.
Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Jurusan Ilmu Ekonomi TM 2015, Malik mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi adanya rumah tersebut dapat menampung masyarakat umum untuk belajar membuat puisi, meningkatkan budaya membaca, dan sabagainya. "Saya berharap semoga akan ada rumah Puisi Taufiq Ismail lainnya di daerah Padang dan daerah lainnya," ujarnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!