Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan (Permata) Indonesia bekerjasama dengan Permata UNP dan Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (HIMATA STTIND) mengadakan acara Pekan Ilmiah dan Rapat Presidium. Acara yang diadakan di gedung LPMP tersebut berlangsung selama dua hari, 14-15 Februari. Hari pertama Seminar Pertambangan Indonesia dengan tema "Sumber Daya Alam versus Sumber Daya Manusia" yang menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral diwakili wakil menteri Widjajono Partowidagdo.
Ketua Organizing Comite acara tersebut, Putra Zudiansyah menjelaskan bahwasannya acara ini diharapkan dapat menghasilkan suatu bentuk solusi bagi semua pihak mengenai peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia terutama di bidang pertambangan Indonesia. "Semoga mampu mewujudkan Indonesia mandiri dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada," ungkap Putra.
Seminar hari pertama dihadiri oleh Rektor UNP, diwakili oleh Pembantu Rektor 2 Nizwardi. Nizwardi mengatakan seminar seperti ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UNP. "UNP selalu berusaha untuk mengembangkan FT, khususnya jurusan tambang," ungkap Niz (14/2). Lebih lanjut Nizwardi mengharapkan agar semua yang terlibat di ruang lingkup pendidikan pertambangan agar benar-benar bisa mencetak SDM yang berkualitas dan bertanggung jawab. "Selain menghasilkan devisa negara, semuanya juga diharapkan mampu merawat alam ini," ujarnya.
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo selaku pemateri utama memberikan materi tentang Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkompeten dan Bertanggung Jawab Terhadap Pembangunan serta Kemandirian Bangsa. Widjajono menjelaskan kalau jangan pernah berhenti untuk bekerja dan berkreatifitas, karena tidak ada yang tidak mungkin. Sebelum dunia kiamat manusia akan tetap terus bisa mengembangkan potensi yang telah diberikan sang pencipta. "Sumber daya alam terbatas, namun kreatifitas manusia tiada batas," jelasnya. Lebih lanjut Wamen mengatakan pertambangan yang benar harus mempertimbangkan keuntungan kontraktor dan pendapatan pemerintah serta kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain Wamen Widjajono Partowidagdo, ada juga tokoh-tokoh pendidikan dan industri lainnya sebagai pemateri, yaitu: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yang diwakili oleh Epriandi, Tokoh Pendidikan Indonesia Prof. Arif Rahman, Ketua umum APBI Bob Kamandanu, Ketua Umum PERHAPI Prof. Irwandi Arif, Ketua Kelompok Keahlian Pertambangan ITB Prof. Dr. Rudi Sayoga Gautama, Bapak Mahasiswa Pertambangan Indonesia Ir. Jeffrey Mulyono, Tokoh Lingkungan Hidup Indonesia Dr. Alexander Sonny Keraf.
Kegiatan tersebut juga dihadiri dari delegasi-delegasi Permata seluruh Indonesia, diantarannya; Institut Teknologi Medan (ITM), Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Universitas Muaro Bungo Jambi dan Universitas Cendrawasih Papua. Acara yang berlangsung hari Selasa (14/2) tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa Teknik Pertambangan UNP. Salah satu delegasi dari ITM, Muhammad Isnaini mengatakan kalau acara seperti ini sangat bermanfaat, mengingat saat ini masih banyaknya perusahaan-perusahaan tambang mengadopsi karyawan dari luar. "Semoga bisa benar-benar menciptakan SDM berkualitas," ungkapnya.
Sedangkan hari kedua Seminar Teknologi Pertambangan Indonesia dengan tema "Konsep dan Implementasi Good Mining Practice serta Perkembangan Teknologi" bersama Gubernur Sumatera Barat. Selain Gubernur Sumatera Barat hadir juga pemateri dari perwakilan perusahaan-perusahaan pertambangan yang akan memberikan materi, diantaranya: PT. Adaro Indonesia, PT. Freeport Indonesia, PT. Timah, Tbk, PT. Bukit Asam, PT. Kaltim Prima Coal, PT. Antam, PT. Berau Coal. Duni
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!