Berita

Teknologi Geospasial untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Teknologi Geospasial untuk Mitigasi Perubahan Iklim
Penyampaian materi oleh Direktur Jenderal Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi KLHK, Dr. Agus Justianto di Gedung Auditoriun UNP, Sabtu (7/9). f/Mput*

Direktur Jenderal Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Dr. Agus Justianto mnghadiri acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geografi Indonesia XXI sekaligus Konferensi Geografi Internasional pertama di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (7/9).

Kehadiran Agus untuk menyampaikan materi tentang reformasi pengelolaan lingkungan dan kehutanan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.

Agus mengatakan bahwa Indonesia memainkan peran penting dalam mitigasi perubahan iklim global karena Indonesia sebagai negara kaya hutan tropis dengan keanekaragaman hayati yang melimpah dan memiliki lahan gambut yang luas.

Ia juga menyampaikan bahwa tindakan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan oleh KLHK berfokus pada teknologi geospasial sebagai alat penting dalam meningkatkan sistem Measurement, Reporting, Verification (MRV).

Sistem MRV menggunakan teknologi geospasial untuk memantau perubahan tutupan hutan, sumber daya hutan, dan hotspot sebagai peringatan dini untuk pengelolaan kebakaran. Sistem yang dikembangkan

"Kami telah mengembangkan sistem pmantauan hutan nasional berdasarkan citra satelit yang dapat diakses secara publik," tutur Agus.

Agus mengatakan pengaturan penggunaan lahan yaitu dengan pemanfaatan lahan dan perubahan iklim sangat berhubungan. Saat ini KLHK masih menghadapi tantangan besar dalam masalah konversi hutan, termasuk lahan gambut dan ekosistem bakau untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perubahan dalam penggunaan lahan perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, jika tidak kita akan mengalami perubahan iklim yang semakin parah. Dalam Pengelolaan pesisir, saat ini KLHK telah mendirikan pusat bakau dunia, bekerja sama dengan lembaga lain, untuk mempromosikan tindakan terpadu dalam pengelolaan pesisir.

Pada akhir penyampaian materinya, Agus mengucapkan bahwa tanggung jawab KLHK sangat bersinggungan dengan ilmu Geografi sehinngga perlu dukungan dari ahli geografi Indonesia untuk membuat Climate Change Mitigation bekerja secara efektif. Agus berharap agar konferensi ini akan berkontribusi untuk mencapai target nasional mitigasi perubahan iklim.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Resky Amelia Putri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita
Diedit & Diverifikasi oleh: Redaksi (Admin)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.