Paham demokrasi lahir dari Prancis. Ketika Louis XVI berkuasa, kerajaan memberikan wewenang kepada bangsawan dan pemilik modal untuk menekan rakyat. Cara ini dilakukan sebagai upaya menambah pendapatan Negara.
"Rakyat Prancis di masa itu dijebak oleh sistem feodal yang dibangun kerajaan. Inilah cikal bakal kemarahan rakyat Prancis," ujar Rocky dalam acara Talkshow Nasional di Aula Almuqorrom Asrama Haji Kota Padang, Senin (9/9).
Raja prancis Louis XVI berkata, lanjut Rocky, tidak ada yang bisa menurunkannya dari kekuasaan karena mahkota yang ada di kepalanya dipasang langsung oleh Tuhan. "Atas dasar mengembalikan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, rakyat Prancis kemudian membuktikan hal itu dengan memotong kepala rajanya dan kekuasaan akan kembali kepada rakyat," tambahnya.
Semangat revolusi di Prancis didasarkan pada kekuasaan monarki yang mementingkan penguasa, bangsawan, dan pemimpin-pemimpin lokal yang membuat rakyat tertindas. "Keberhasilan rakyat Prancis memotong kepala rajanya menjadi cikal bakal demokrasi di mana filosofi kesetaraan dihidupkan untuk menghilangkan feodalisme," ujar Rocky.
Lebih lanjut, Rocky menyampaikan bahwa bangsa Indonesia tidak lahir dari demokrasi dan menyayangkan demokrasi menjadi asas Negara Indonesia. Seharusnya asas Negara Indonesia lahir dari kearifan bangsa sendiri, kata Rocky. Akan tetapi, bangsa Indonesia terjebak oleh sisi negatif demokrasi karena tidak berani menggali kesalahan dari asas tersebut.
"Kita didoktrin dengan Pancasila yang abadi, NKRI abadi. Padahal tidak ada satupun yang abadi di dunia ini yang diciptakan Tuhan sehingga membuat kita lupa ada kesalahan di dalamnya," jelas Rocky.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!