"Jika Indonesia mendukung Cina (Tiongkok), Amerika Serikat akan memutus jalur distribusi melalui pangkalan terdekat mereka, tetapi jika mendukung Amerika Serikat, maka Tiongkok akan memutuskan jalur distribusi pada Laut Cina Selatan," ungkap Rocky Gerung mengenai posisi Indonesia jika terjadi perang di Laut Cina Selatan.
Hal tersebut diungkapnya dalam TalkshowNasional yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (9/9).
Acara yang diadakan di Aula Al Muqoroom Asrama Haji Kota Padang ini mengangkat tema "Meningkatkan Jiwa Kritis Mahasiswa Melalui Filsafat Pendidikan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0" dengan menghadirkan seorang filsuf dan pengamat politik, Rocky Gerung.
Saat menyinggung mengenai pertahanan Indonesia, Rocky mengatakan, setelah dilakukannya kajian strategis, Indonesia hanya sanggup bertahan selama 12 jam jika terjadi peperangan di Laut Cina Selatan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Hal tersebut dikatakannya karena Indonesia akan kehilangan akses ke Laut Cina selatan dan terkena dampak dari gelombang perang tersebut.
"Indonesia akan putus akses, Indonesia mengimpor bahan pangan sampai energi melalui Laut Cina Selatan," ujarnya.
Menurutnya jika hal tersebut terjadi, maka Indonesia berada dalam posisi yang sulit karena Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun mendukung salah satu pihak.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!