Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negri Padang (UNP) menyelenggarakan kuliah umum yang bertemakan Menggali Sejarah Indonesia dari Catatan Harian Seorang Tentara bersama Rob Hammink dan penerjemahnya Elfa Michellia Karima, S.Pd, M.Pd. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FIS UNP, Drs.Suryanef, M.Si., di Aula Pascasarjana UNP, Sabtu (31/8).
Dalam sambutannya, Suryanef, mengatakan bahwa kuliah umum ini akan memberi pecerahanan dari segi wawasan dan banyak aspek lainnya. "Kita dapat mengambil pelajaran dari Rob Hammink yang merupakan seorang penulis, jurnalis dan juga sekaligus aktor film bumi manusia," ungkapnya.
Rob Hammink dalam pemaparan materinya yang diterjemahkan oleh Elfa menceritakan pengalamannya menjadi seorang jurnalis. Salah satunya pengalaman tersebut, ia pernah ke Alaska, Kongo, Amerika, Afganistan, Australia, Afrika. Ketika Rob berada di Kongo, terdapat seorang anak muda yang membawa senjata kemana-mana dan menembak siapa saja yang ia temui. "Bahaya bisa mengancam dari mana saja dan kapan saja," ujarnya.
Selain itu, dalam mencari informasi, pria berkebangsaan Belanda ini juga dihantui oleh desingan peluru. Seperti saat ia harus menaiki sebuah bus, ia harus memegangi benda serupa anti peluru di jendela sembari berpengangan dikarenakan tidak adanya kursi di bus tersebut.
Rob juga memaparkan kisah cinta ayahnya yang jatuh cinta kepada gadis Padang keturunan Tionghoa bernama Anite. Kisah tersebut ia temukan pada buku harian ayahnya yang tersimpan di dalam peti rumahnya. Hal tersebut ia tuliskan dalam novel yang berjudul "Jodoh".
Rob ingin memfilmkan novelnya tersebut, itulah yang menyebabkannya datang ke Jakarta. "Namun, ternyata ia diperkenalkan dengan sutradara Hanung Bramantyo. Saat itu, Hanung akan membuat film Rob ikut casting dan diterima menjadi salah satu aktor Bumi Manusia," ujar Elfa.
Rob sendiri memerankanseorang kepala redaksi surat kabar berbahasa Belanda di Surabaya bernama Maarten Nijman. Surat kabar inilah yang memuat tulisan-tulisan Minke (Iqbaal Ramadhan) mengenai kesenjangan sosial.
Komentar (0)