Universitas Negeri Padang

KSR PMI: 1227 Kantong Darah Terkumpul

KSR PMI: 1227 Kantong Darah Terkumpul
Tim medis sedang melakukan pengambilan darah pendonor pada acara donor darah yang diadakan KSR PMI UNP di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Selasa (30/4). f/Yolanda

Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Negeri Padang (UNP), bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) dan Bank Mestika mengadakan kegiatan Donor Darah di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Selasa (30/4).

Bertemakan "Saatnya Peduli Saatnya berbagi", kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30-21.00 WIB ini, diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat selingkungan UNP. Tidak semua pendaftar yang bisa mendonorkan darahnya. Hal ini dikarenakan pendonor harus memenuhi beberapa persyaratan kesehatan.

Bidang III Pengabdian Masyarakat PMI UNP, Yogi Fernando mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan program kerja dan sangat diapresiasi oleh pihak kampus. Selain menjadikan kesehatan lebih stabil, pendonor darah juga mendapatkan souvenir berupa makanan, minuman, dan baju. "Semoga jumlah mahasiswa UNP yang mendonorkan darah lebih banyak lagi karena darah yang kita donorkan sangat bermanfaat untuk orang lain," ujarnya.

Yogi menambahkan bahwa total darah yang terkumpul mencapai 1227 kantong. "Jumlah ini hampir mendekati target 1300 kantong darah," tuturnya.

Unit Transfusi Darah PMI kota Solok, Rexi Maulana mengatakan bahwa umumnya mahasiwa antusias dalam acara donor darah ini. Golongan darah yang paling langka adalah AB positif dan semua golongan darah rhesus negatif. Rexi menambahkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang lemas saat darahnya akan diambil. Hal itu dikarenakan kurang istirahat dan belum makan.

Untuk dapat mendonorkan darah, kata Rexi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya berat badan minimal 45 kg, umur di atas 17 tahun, tidak sakit dan tidak minum antibiotok dalam satu bulan ini, kondisi harus vit, dan tidur cukup berkisar 5-6 jam. Selain itu, jika perempuan tidak sedang haid dan menyusui, tingkat Hemoglobin (Hb) minimal 12,5, dan tensi 100/60. Jika tensi tinggi, ditakutkan pembuluh darah akan pecah.

Lebih lanjut Rexi menjelaskan prosedur dalam pelaksanaan donor darah. Diawali dengan cek tensi, katanya, kemudian dilakukan pengecekan Hb. Ketika hendak menusukkan jarum donor, dilihat pembuluh darah paling besar. Setelah mendonorkan darah, pendonor diberi vitamin dan susu. "Waktu donor darah paling baik adalah dua bulan sekali, jika diberhentikan tidak apa," ujarnya.

Mahasiswa Jurusan Sedratasik TM 2017, Sahidul Ikhsan mengatakan bahwa ia melakukan donor darah sebagai ibadah dan membantu orang yang membutuhkan darah. Menurutnya, acara ini sangat bagus karena setelah donor, pendonor diberikan suplemen darah. Sahidul berharap ke depanya KSR PMI UNP membuat acara ini di dua tempat berbeda dan lebih menertibkan antrian.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Yolanda Septia P
Jurnalis • Liputan Berita

Bendahara Umum
Diedit & Diverifikasi oleh: Julia Fitri (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.