Kasubit Kesejahateraan dan Wirausahawan Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Drs. Ismet Yus Putra mengatakan bahwa Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) merupakan visi-misi pemerintah dalam pengembangan wirausaha baru. Hal ini disampaikannya pada acara Workshop Penyusunan Business Plan dalam rangka Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan KBMI 2019 di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sabtu (6/4).
Ismet menjelaskan bahwa KBMI bertujuan sebagai upaya mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. Adanya pelatihan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang bisnis yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studinya.
Selain itu, kata Ismet, KBMI juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter wirausaha, menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif dan inovatif berbasis teknologi, dan membantu mahasiswa menentukan keunikan bisnis berbasis teknologi. "Mahasiswa harus menemukan celah pasar yang tepat untuk meningkatkan peluang keberhasilan bisnis.
Ismet mengungkapkan bahwa dalam mengikuti KBMI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya pengusul proposal KBMI adalah mahasiswa aktif yang terdaftar pada program pendidikan diploma atau sarjana di perguruan tinggi dan pengusul adalah kelompok mahasiswa yang berjumlah 3-5 orang.
Lebih lanjut Ismet menjelaskan bahwa mahasiswa pengusul dapat berasal dari satu atau beberapa program studi, tetapi masih dalam satu perguruan tinggi yang sama dengan keahlian yang saling mendukung. Ia menambahkan bahwa mahasiswa pengusul hanya dapat mengajukan satu proposal melalui satu kelompok baik sebagai ketua maupun anggota. " Peserta wajib menuliskan nama secara lengkap dan tidak boleh disingkat pada form pendaftaranonline di SIM-PKMI dan setiap kelompok peserta yang mendaftar harus disahkan oleh Perguruan Tinggi," ujarnya.
Ismet juga memaparkan beberapa kriteria penilaian proposal KBMI. Diantaranyanoble purpose atau tujuan mulia dari bisnis yang dikembangkan dan strategi keuangan dengan analisa finansial atau kelayakan di pasaran. Selain itu, dalam penilaiannya juga dipertimbangkan pelanggan atau sasaran bisnis yang dikembangkan, produk atau ide solusi dengan berbagai macam referensi ditambah dengan ide originalnya untuk menghasilkan produk yang merupakan solusi dari kesulitan harapan pelanggan.
Selanjutnya, kata Ismet, delivery,berupa strategi yang digunakan peserta untuk mendapatkan, menjaga, dan meningkatkan penjualan kepada target pelanggannnya dan strategi manajemen sumber daya manusia dengan komposisi tim. "Hal itu dapat memperlihatkan korelasi bisnis yang dipilih,expertise, jobdesk, dankey performance indicators (KPI) masing-masing," ucapnya.
Ismet menuturkan bahwa fasilitas yang diberikan pada peserta KBMI dalam bentuk bantuan permodalan dari kemenristekdikti dan pendampingan usaha dari Perguruan Tinggi. Komponen biaya permodalan tersebut sebesar 10 juta sampai 40 juta rupiah dengan mekanisme pembiayaan mengikuti alur pelaksanaan. Pencairan dana umumnya, yakni 70% setelah pengumumandesk evalutiondan 30% setelah pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap laporan kemajuan. "Pembiayaan KBMI akan ditransfer ke rekening Perguruan Tinggi masing-masing peserta," tuturnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!