Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ardipal, M.Pd mengadakan diskusi terbuka bersama ormawa di Gedung PKM, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu pagi (9/3). Tujuan dari penyelenggaraan diskusi tersebut yaitu untuk menanggapi keluhan mahasiswa terkait kedatangan satuan pengamanan (Satpam) ke gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) pada Jumat malam.
Pada malam sebelumnya, jumat (8/3), seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) selingkup UNP telah menggelar diskusi bersama menolak pemberlakuan jam malam tersebut. Indra Kurniawan Rezki, selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UNP dan sejumlah ketua umum UKM telah sepakat untuk menolak hal itu, "Kami ormawa menolak untuk pemberlakuan jam malam karena dianggap membatasi ruang gerak mahasiswa", ujarnya (8/3).
Selain itu, terdapat beberapa UKM yang harus berjaga di sekretariat jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak terduga, seperti Unit Kegiatan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) dan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH). Anton, salah satu anggota KSR PMI yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa ia juga menolak untuk diberlakukannya jam malam di UKM. "Kami anggota PMI harus berjaga-jaga di sekre, karena jika terjadi bencana maka kami akan langsung turun", ungkapnya, (9/3).
Senada dengan itu, Sukri Mansyah selaku anggota MPALH juga mengatakan bahwa ia sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh satpam dan oknum tersebut. "Sangat disayangkan sekali jika ada tindakan premanisme di kampus ini", tuturnya, (9/3).
Selain penolakan terhadap jam penolakan, mahasiswa juga mengeluhkan terkait dengan aturan yang dikemukakan oleh rektor tentang alumni yang tidak boleh berada di PKM. Presiden Mahasiswa, Indra Kurniawan Rezki mengatakan bahwa dalam kegiatan organisasi tidak dapat terlepas dari peran alumni, "Wajar-wajar saja jika alumni datang berkunjung, melihat adik-adiknya karena memang sudah terjalin ikatan emosional antara mereka dalam kegiatan berorganisasi". Ungkapnya, (9/3).
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Ardipal, M.Pd mengatakan bahwa rektor hanya menyuruh untuk menertibkan. Artinya, jika ada UKM yang sudah selesai berkegiatan disilahkan untuk pulang, tetapi jika masih ada kegiatan maka disilahkan untuk melanjutkannya. Kemudian, terkait kedatangan Satpam kemarin malam ke gedung UKM hanya rektor yang mengetahui dan untuk kedatangan oknum yang tak berseragam, ia sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. "Hal tersebut terjadi di luar pantauan kita", jelasnya, (9/3).
Ardipal juga menegaskan bahwa jika kedatangan alumni ke PKM bermaksud untuk memberikan dukungan, semangat dan pengajaran kepada junior-juniornya, maka hal tersebut harus didukung tetapi jika yang terjadi malah sebaliknya, maka pantas hal tersebut untuk ditindaklanjuti. Lebih lanjut, ia juga mengatakan jika mahasiswa tidak menyetujui diberlakukannya jam malam, maka disilahkan untuk berkegiatan dan berikan prestasi yang membanggakan untuk UNP. "Saya mendukung mahasiswa yang berkegiatan, apalagi sampai menorehkan prestasi". Ujarnya (9/3).
Ardipal juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa yang sudah bertindak sabar dan bijaksana dalam menghadapi peristiwa yang terjadi kemarin. "Saya sangat bangga sekali mahasiswa di sini sudah bertindak bijaksana", tuturnya (9/3).
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!