Satuan keamanan (Satpam) Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) mendatangi Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNP, sekitar pukul 20:00 WIB, Jumat malam (8/3).
Kunjungan ini juga dihadiri oleh oknum (tanpa seragam Satpam) yang mengatasnamakan utusan rektor dan mengatakan akan menutup Gedung PKM.
Tidak terima dengan tindakan oknum tersebut yang langsung masuk dan berbicara dengan nada tinggi, sejumlah mahasiswa yang berada di PKM menjadi emosi dan hampir terjadi bentrokan.
Alumni Unit Kegiatan Kesenian UNP yang juga hadir pada kericuhan tersebut, Muhammad Nur Ibrahim, menjelaskan bahwa oknum yang mengatasnamakan utusan rektor tersebut tidak datang secara baik-baik. "Mereka berkata kasar ketika menghadapi kami," ungkapnya, Jumat (3/8).
Kepala Unit Petugas Keamanan Dalam (PKD) UNP, Harianto mengatakan bahwa aksi kunjungan ini tidak melibatkan warga sekitar atau oknum lain. Ia menegaskan bahwa Satpam menerima panggilan telpon langsung dari rektor untuk turun ke PKM.
"Mungkin warga datang karena melihat ada ramai-ramai di Gedung PKM. Kita tidak ada membocorkan kunjungan ini ke pihak selain Satpam UNP," ujarnya saat ditemui setelah kericuhan mereda.
Lebih lanjut, Harianto mengatakan bahwa untuk kunjungan ini, 15 Satpam dikerahkan. "Empat orang dari Unit PKD dan selebihnya dari anggota Satpam UNP." tuturnya.
Komentar (0)