Pada masa revolusi industri, ada 2 ancaman besar yang dialami oleh lulusan sarjana. Hal ini disampaikan oleh Ardinof A. Chaniago, Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia, selaku pemateri dalam kuliah umum yang diadakan oleh UNP di Ruang Sidang Senat lantai 4 Gedung Rektorat UNP, Jumat (16/11).
Andrinof mengatakan ancaman tersebut meliputi demografi yakni masa ketika penduduk usia produktif jumlahnya lebih besar dibanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Permasalahan kedua ialah era digital dimana teknologi dapat mengganti peran manusia.
Selain itu, Andrinof menyampaikan untuk menghadapi tantangan tersebut, para calon sarjana harus mampu mengubah pola pikirnya mulai dari sekarang. Menurutnya, pemikiran kreatif dan inovatif sangat perlu untuk ditanamkan guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut. "Salah satu cara untuk mengembangkan kreatifitas ialah dengan membangun jiwa entrepreneur," ujarnya, Jumat (16/11).
Andrinof menambahkan bahwa entrepreneur bukanlah seseorang yang hanya menjual kembali produk yang sudah ada. Namun entrepreneur merupakan seseorang yang mampu melihat sumber daya yang ada, mampu melihat peluang pasar, gigih dalam memasarkan, serta berani dalam mengambil keputusan dan pantang menyerah.
Lebih lanjut ia mengatakan untuk menjadi entrepreneur tentunya bukanlah hal yang mudah. kata Andrinof, teknik pemasaran yang kreatif perlu diperhatikan untuk menghadapi tantangan dunia persaingan. "Entrepreneur harus jeli untuk melihatselera konsumen melalui keunikan dan nilai estetika" ungkapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!