Awal Oktober lalu, bekerjasama dengan lima Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, tiga dosen Jurusan Teknik Mesin melakukan pengabdian masyarakat di Nagari Lawang Kabupaten Agam Sumatra Barat. Tiga dosen tersebut adalah Hendri Nurdin, Hassanuddin dan Refdinal. Sementara untuk mahasiswa terdiri dari mahasiswa TM 2014 yaitu, Hari Jumadil dan mahasiswa TM 2015, yaitu M. Saddikin, Yudha, Andi dan Hasnul Fadli.
Ketua pengabdian masyarakat, Hendri Nurdin mengatakan bahwa pengabdian ini dilakukan karena melihat banyaknya ampas untuk menghasikan gula saka yang berserakan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Timnya pun melakukan pengolahan terhadap ampas penggilingan tebu tersebut sehingga melahirkan bahan bakar padat yang disebut briket. "Briket itu bisa digunakan masyarakat Nagari Lawang sebagai pengganti bahan bakar," ujarnya saat ditemuiGantodi ruangannya, Selasa (9/10).
Hendri juga menjelaskan melalui pengabdian ini tim berupaya untuk menerapkan ilmu yang ada kepada masyarakat, khususnya petani pengrajin gula saka. "Agar masyarakat yang selama ini belum mengetahui cara mengolah ampas, dapat memanfaatkan ilmu ini untuk membuat briket," tuturnya.
Selain itu, kata Hendri, pada pengabdian masyarakat kali ini tim juga menerapkan konsep tungku pembakaran ramah lingkungan. "Tungku kami ini memiliki sirkulasi udara yang cukup sehingga polusi dari pada pembakaran (asap) tidak mencemari lingkungan," tambahnya.
Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa selama ini untuk memasak gula saka membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Sedangkan dengan menggunakan tungku yang mereka terapkan ini, waktunya bisa jadi lebih cepat yaitu kurang lebih 3 jam.
Komentar (0)