Sekitar 50 pedagang turut menyemarakkan acara wisuda Universitas Negeri Padang (UNP) periode-111 yang bertepatan dengan bulan Ramadan. Para pedagang tersebut mendirikan usahanya di lingkungan Auditorium UNP, Sabtu (2/6).
Di antara beberapa jenis dagangan yang ada, bunga adalah yang paling mendominasi setiap hari wisuda. Hal tersebut dikarenakan bunga adalah salah satu bentuk hadiah yang paling sering diberikan kepada para wisudawan.
Salah seorang pedagang bunga palsu, Zahari (51) mengatakan bahwa ia sudah berjualan bunga sejak 4 tahun terakhir. Bunga yang dijualnya berkisar dari harga 10 ribu hingga 100 ribu rupiah. Baginya menjual bunga di UNP pada tahun sekarang berbeda dengan tahun 2014-2015, karena dulu belum terlalu ramai persaiangannya. Hal itupun berpengaruh pada hasil penjualannya. Jika tahun 2014-2015 hasilnya dapat mencapai Rp 10 juta selama tiga hari, maka tahun 2016-2018 dapat berkisar Rp 3 juta saja. Penurunan yang signifikan memang. Meski begitu, Zahari mengaku berjualan bunga cukup menguntungkan karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Mulai dari makan, beli baju, biaya sekolah anak dari jualan bunga," ujarnya.
Tidak berbeda jauh dengan Asnimar (42) yang juga merupakan pedagang bunga palsu. Ia bisa meraih penghasilan Rp 5 juta dalam 3 hari. Tapi jika wisuda hanya dilaksanakan satu hari, ia dapat menerima Rp 1-2 juta.
Lebih lanjut, Asnimar mengaku sudah 2 tahun berjualan bunga palsu. Kesan yang ia dapatkan saat berjualan di UNP adalah tempat jualan yang sulit didapat karena harus bersaing dengan pedagang lain dan aturan tidak boleh berjualan di tempat tertentu. Selama berjualan, Asnimar pernah dua kali disuruh pindah oleh petugas keamanan. "Tapi mungkin karena bulan puasa ini satpamnya tidak keras jadi lebih banyak dibiarkan saja," katanya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!