Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan Pesta Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIS Universitas Negeri Padang di depan gedung FIS, Senin (9/4).
Ketua Panitia Pemilihan Umum (PPU), Ade Lestari mengatakan bahwa pemilu diadakan agar mahasiswa FIS dapat belajar berpolitik dan mencari struktur baru BEM FIS.
Pendaftran untuk Mahasiswa FIS yang mau mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur ini dibuka semenjak 22-27 Maret. Untuk setiap pasangan calon yang mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur harus memenuhi syarat-syarat yang telah ada dalam Petunujuk Pelaksanaan (Juklak). Diantara persyaratan tersebut, yaitu harus mengumpulkan 150 buah Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang sepertiga berasal dari jurusan pasangan calon dan selebihnya dari jurusan lain, melengkapi syarat administratif seperti biodata diri seperti KTM, riwayat organisasi dan tidak aktif dalam ormawa-ormawa UNP.
Ada 3 pasang calon (paslon) yang mendaftarkan diri pada pemilu kali ini. Pasangan nomor urut satu, Zulfikar dan Yusuf Baihaqi dari Jurusan Geografi, pasangan nomor urut dua, Aga Nanya Eka Putra Jurusan Ilmu Administrasi Negara dan Ilham Ghazali Jurusan Sejarah, serta pasangan nomor urut tiga yaitu Syahroni Aldra Jurusan Ilmu Sosial Politik dan Irmanto Rahman Jurusan Sosiologi.
Kampanye dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (31/3-6/4). PPU menggelar kampanye dialogis dan monologis. Kampanye dialogis diadakan pada, Rabu (4/4). "Mereka diberikan beberapa pertanyaan untuk diuji kemampuan dan pengetahuan mereka serta bagaimana mereka memaparkan visi dan misinya," ujar Ade.
Kampanye monologis diadakan pada Kamis (5/4), para paslon diberikan waktu untuk berorasi di depan mahasiswa FIS selama dua jam dan diawasi oleh PPU, serta Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). "Alhamdulillah, selama kampanye tidak ada paslon yang melanggar aturan, kampanye berjalan tertib dan sebagaimana mestinya." Ungkap Ade.
Pemilu diadakan pada senin (9/4). Setiap pemilih harus membawa KTM sebagai syaratnya. Bagi yang tidak membawa KTM bisa membuka portal akademik dan menunjukannya pada panitia. Proses pemilu langsung diawasi oleh PPU bekerjasama dengan Panwaslu. "Sejauh ini setiap paslon belum ada yang melakukan pelanggaran," ujar Andre Nurul Akbar Mahasiswa Ilmu Sosial Politik TM 2015 selaku Ketua Panwaslu.
Mahasiswa FIS juga ramai datang ke TPS. Sebelum mencoblos mereka harus antri terlebih dahulu untuk menunggu giliran. Bagi mahasiswa yang sudah memilih diberi tanda cap biru pada jari mereka. "antusias dari mahasiswa juga sangat baik, mereka ramai datang ke TPS," ujar Ade.
Senada dengan Ade, Putri Wulandari Mahasiswa Jurusan Sosiologi-Antropologi TM 2015 mengatakan bahwa mahasiswa FIS antusias dalam pemilu ini.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!