Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Kuliah Umum yang bertemakan "LGBT Permasalahan dan Penanggulangannya dan Mengembangkan Kepribadian yang Utuh dan Religius" di Aula FIP UNP LT. IV, Jumat (2/3).
Dalam sambutannya, Dekan FIP UNP, Dr. Alwen Bentri, M. Pd., mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membentuk kepribadian yang utuh dan religius seperti moto yang ada di UNP. "Atau misi fakultas kita, yakni membentuk kampus yang religius," ujarnya.
Dalam Kuliah umum ini FIP menghadirkan pemateri yang merupakan spesialis penyakit dalam, tropis dan infeksi, dr. H. Armen Ahmad, SpPD, KpTI, FINASIM. Dalam materinya, Armen menjelaskan bahwa konsep dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).
Di mana lesbian merupakan perempuan yang menyukai perempuan baik dari segi fisik ataupun segi seksual. Gay adalah seorang laki-laki yang tertarik dengan laki-laki saja, Biseksual, mereka yang mempunyai kecendrungan untuk menyukai kedua jenis kelamin, dan transgender, yakni ketidaksamaan indentitas gender dengan kelaminnya.
Dari penelitian yang dilakukan Armen, Beberapa hal yang menyebabkan seorang bisa menjadi LGBT adalah didikan orang tua, lingkungan atau pergaulan, Genetik, Faktor akhlak dan moral, faktor pendidikan dan agama yang rendah, serta hukum mengenai LGBT yang masih tidak jelas.
Armen juga mengatakan bahwa dampak yang dapat ditimbulkan oleh prilaku ini, yakni HIV atau AIDS. Ia memaparkan bahwa persentase infeksi HIV yang tercatat pada Januari-maret 2017 ditimbulkan oleh prilaku LSL (lelaki seks dengan lelaki) semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 28 persen.
Selain itu, Armen juga menuturkan media sosial juga memiliki andil yang besar dalam berkembangnya komunitas LGBT "Harus lebih cermat lagi dalam menggunakan media sosial," ujarnya.
Pada kesempatan ini, didatangkan mantan pelaku LGBT. Sebut saja namanya Budi, Budi merupakan pelaku LGBT yang termasuk dalam golongan biseksual. Ia mengaku bahwa sebelumnya ia sudah terinfeksi HIV yang telah memasuki stadium 3. "Kehidupan saya yang sekarang adalah kehidupan yang kedua bagi saya," ungkap Budi. Sebagai mantan pelaku LGBT, Budi pun berpesan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HIV atau AIDS. "Jangan hanya memperbanyak stigma saja," ujar Budi.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!