Persaingan sekarang bukanlah hanya dengan sesama manusia, tetapi persaingan manusia dengan teknologi. Hal ini diungkapkan oleh Rektor Institut Teknologi Sepuluh November, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc., ES., Ph.D., di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (29/1).
Dalam rangka pembukaan kuliah perdana Semester Januari — Juli 2018 UNP, Joni menyampaikan bahwa sebagai usia produktif, haruslah memperbaiki kemampuan-kemampuan untuk bersaing pada revolusi industri yang terus meningkat.
Joni memaparkan bahwa dunia sekarang ini telah melewati empat revolusi industri. Revolusi industri 1.0 (tahap pertama) terjadi pada tahun 1784-1869. Pada tahap ini, tenaga mesin menjadi jauh lebih murah dari sebelumnya. Namun dampak yang ditimbulkan dalam periode ini cukup besar seperti, terjadinya pengangguran massal dan adanya demonstrasi massal yang menuntut lapangan kerja.
Kemudian, revolusi industri 2.0 (tahap kedua) pada 1870-1968 yang didominasi oleh perubahan penelitian listrik. Bermula dari keingintahuan sains berganti menjadi listrik yang berguna bagi kehidupan modern. Pada periode ini juga, kata Joni ditemukannya ban berjalan yang mempermudah biaya produksi industri hingga dapat menurunkan harga produksi 300 persen.
Revolusi industri 3.0 (tahap ketiga) terjadi pada 1970-1999 dengan penemuan yang lebih mutakhir terhadap mesin, seperti mesin yang dapat beroperasi dengan sendirinya. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan dunia musik digital. Tidak hanya dunia musik, namun juga mempengaruhi dunia fotografer.
Sekarang, kata Joni, kita menduduki revolusi industri 4.0 (tahap keempat) yang dimulai sejak 2000 hingga sekarang. Mesin-mesin yang menggunakan operator mulai bisa bergerak dengan sendiri. Hal ini menyebabkan tenaga manusia yang diperlukan sangat sedikit. Misalnya, penjaga pintu parkir yang sudah menggunakan sistem e-parking.
Apakah kita siap dengan perubahan tersebut? Menurut Joni, memperbaiki kemampuan dari sekarang adalah solusi untuk menghadapi revolusi industri ini. Sikap berani mengambil resiko, jangan mudah menyerah, kemampuan teknologi, serta kereativan haruslah ditingkatkan. "Persaingan sekarang bukanlah hanya dengan sesama manusia, tetapi persaingan manusia dengan teknologi," katanya.
Komentar (0)