Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) bersama KSR PMI unit UNP mengadakan acara Donor Darah.
Acara ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (21-22/11) di Gedung Serba Guna FT.
Ketua Pelaksana, Andi Sultan Tahur mengungkapkan bahwa Donor Darah ini merupakan rangkaian acara dari Electrical Futuristic Event.
Ketua HMTE FT, Muhammad Rizki, mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial sekaligus pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh HMTE FT UNP. "Melalui acara ini, mahasiswa dapat membangkitkan kesadaran terhadap sosial," ujarnya.
Acara yang bertemakan "The Hero Is In Your Blood" ini, menargetkan 400 kantung darah dalam dua hari ini.
Perwakilan Unit Donor Darah PMI Kota Padang, Dr. Dian Afmareta, menuturkan bahwa kebutuhan darah PMI Kota Padang adalah 100 kantung perharinya dan terus meningkat setiap tahunnya. "Salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kekurangan pemasokan darah ini adalah dengan donor darah secara sukarela," tuturnya.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan manfaat donor darah bagi pendonor. Di antaranya adalah dapat menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sel darah merah dan mengurangi gejala sakit kepala serta susah tidur.
Sebelum melakukan donor darah, kata Dian, pendonor akan mendapatkan tiga pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pemeriksaan tekanan darah, screening dan hemoglobin (Hb).
Tak hanya itu, pendonor harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya, sehat jasmani dan rohani, usia 17-65 tahun, berat badan minimal 45 kg, tekanan darah sistole 100-160 dan diastole 20-100, kadar Hb 12,5-18 persen, serta jarak waktu donor minimal 75 hari.
"jika semua syarat sudah terpenuhi dan hasil pemeriksaan kesehatannya baik, maka donor darah bisa dilakukan" jelas Dian.
Dian juga mengklarifikasi beberapa mitos mengenai donor darah. Donor darah tidak menyebabkan kegemukan dan ketergantungan bagi si pendonor. Sel darah akan berganti menjadi sel darah yang baru. "Dalam beberapa kasus, pendonor mengalami peningkatan nafsu makan karena pembentukan sel darah baru ini," jelasnya Selasa (21/11)
Sedangkan, ketergantungan bagi pendonor, Dian menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh tanggapan atau respon dari tubuh pendonor. Pada saat mendonor, darah akan keluar dan tubuh langsung merespon dengan memproduksi sel darah baru. "Dengan adanya sel darah baru, otomatis akan mengalir darah yang baru, badanpun terasa fit. Jadi ketika tidak donor, maka darah itu belum bersikulasi," tambahnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!