Bertemakan "Peningkatan Kemampuan Penelitian Dosen dan Mahasiswa dalam Bidang Administrasi Pendidikan", Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kuliah umum di Aula FIP, Kamis (2/11). Acara ini menghadirkan Dekan FIP, Dr. Alwen Bentri, M. Pd., dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sugiyono, M. Pd. sebagai pembicara.
Sugiyono, memaparkan bahwa terdapat tingkatan kompetensi penelitian bagi mahasiswa S1, S2 dan S3. Pada S1, penelitian yang dilakukan berfokus pada penerapan. Untuk S2, penelitian yang dilakukan harus mampu mengembangkan dan menghasilkan karya inovatif. Sedangkan S3, mampu menemukan, menciptakan dan menghasilkan karya kreatif, orisinil, dan teruji.
Lebih lanjut, Sugiyono menjelaskan kombinasi merupakan metode penelitian yang sempurna karena menggabungkan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. "Penelitian kuantitatif tujuannya membuktikan, sedangkan kualitatif lebih bertujuan untuk menemukan," ujarnya.
Kompetensi yang harus dimiliki dalam melakukan metode penelitian kombinasi, yakni kompetensi di bidang kuantitatif, kualitatif, dan kemampuan menggabungkannnya.
Lebih rinci, dalam paparannya Sugiyono, menambahkan terdapat empat cara mudah dalam menyusun skripsi, tesis dan disertasi. Pertama, memahami bidang yang diteliti. Kedua, memahami metode penelitian. Ketiga, memahami buku panduan penulisan. Keempat, membangun hubungan baik dengan pembimbing.
Selain itu, Sugiyono mengatakan mahasiswa harus mampu membangun hubungan baik dengan pembimbing. Untuk membangun hubungan tersebut terdapat beberapa hal yang harus dipahami, yakni pola pikir dengan pembimbing harus disamai, menghubungi' pembimbing harus dengan bahasa santun, bahasa tubuh saat bimbingan perlu diperhatikan, dan pakaian juga mempengaruhi. "Karena hubungan baik dapat mengalahkan seluruh hal lain," ungkapnya.
Komentar (0)