Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada 27 September mendatang. Selain Megawati, UNP juga kedatangan banyak tamu negara.
Hal tersebut disampaikan Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., saat jumpa pers di Ruang Senat Gedung Rektorat UNP, Senin (25/9).
Ganefri menjelaskan bahwa ada sebelas menteri Kabinet Kerja yang akan menyaksikan prosesi penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Megawati tersebut.
Selain itu, seluruh menteri Kabinet Gotong-Royong juga ikut hadir. Kabinet Gotong-Royong merupakan nama kabinet sewaktu Megawati masih menjadi presiden.
Terkait isu adanya kelompok yang akan mengganggu jalannya acara, Ganefri mengatakan bahwa UNP sudah bekerja sama dengan pihak Kepolisian Daerah Sumatra Barat.
"Asal ada pihak yang menggangu ke dalam rumah kita, pihak keamanan akan bertindak," tegas Ganefri.
Ganefri menyampaikan bahwa pemberian gelar Doktor Kehormatan merupakan wewenang bagi sebuah universitas. "Sehingga tidak ada satu pun pihak yang berwenang untuk mencampurinya, kecuali senat universitas sesuai yang telah diatur dalam Undang-undang," ujarnya.
Ganefri pun mengaku, dalam mengeluarkan sebuah kebijakan, pasti ada pro dan kontra. "Apabila kita melihat pemberian gelar yang sama oleh Universitas Andalas kepada Jusuf Kalla, waktu itu terdapat perbedaan pendapat di internal mereka sendiri, sedangkan di UNP yang di dalamnya alhamdulillah bulat di sini," katanya.
Komentar (0)