Berita

Yudha Raefaldo

Yakin, Tiada yang Mustahil

Yakin, Tiada yang Mustahil
Yudha Raefaldo: Duta Wisata Kota Padang 2016

"Tiada kemustahilan bagi orang yang bersungguh-sungguh dan berjuang untuk memperoleh kebaikan yang diharapkan"..

Berpenampilan rapi, murah senyum, dan mudah bergaul adalah kesan pertama yang diperoleh Reporter Online Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) ketika bertemu dengan mahasiswa yang akrab dipanggil Yudha ini.

Yudha Raefaldo merupakan nama lengkapnya. Pada tahun 2016, ia terpilih menjadi salah seorang Duta Pariwisata Kota Padang. Meskipun, Yudha sejatinya bukanlah orang Padang, melainkan Bengkulu. Awalnya, ia tidak menduga akan memenangkan pemilihan tersebut. Sebelumnya, sebagai calon duta wisata di Padang, ia mengaku hanya belajar budaya, bahasa, dan lain sebagainya dari pergaulan. Berteman dengan orang Minang banyak mengajarkan Yudha segala hal yang ada di Padang. Sehingga tak ayal, Mahasiswa Prodi Seni Rupa FBS ini pernah dipercayakan sebagai pemuda yang dapat memperkenalkan wisata Kota Padang ke masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

Selain itu, Yudha juga memilki kemampuan desain. Kemampuan tersebut menjadi keunggulannya untuk melancarkan setiap rancangan kerja sebagai duta wisata. "Untungnya karena ada bakat di bidang mendesain, jadi bisa seiring untuk kegiatan saya sebagai duta, seperti promosi untuk tempat wisata," ujar mahasiswa kelahiran Curup, Bengkulu 6 Januari 1995 ini. Hal itu jugalah yang mendorong Yudha untuk memilih Jurusan Seni Rupa di UNP.

Sebelum masa jabatannya berakhir sebagai Duta Pariwisata Kota Padang, Yudha mengaku ingin mencapai target yang telah direncanakan, salah satunya mempromosikan tempat-tempat wisata di Kota Padang. Salah satu tema yang acara yang pernah diselenggarakan adalah festival anak Nagari. Yudha dan teman-temannya sengaja untuk menyelenggarakan acara tersebut. Menurutnya, generasi muda saat ini tidak bisa lepas dari gawai. "Kita ingin kembali mengenalkan permainan-permainan tradisional," ungkapnya.

Tak berhenti di sana, pemuda yang memiliki hobi menyanyi ini juga pernah menjuarai perlombaan Nasyid di Kota Padang pada 2013. Selain bernyanyi, Yudha juga pintar dalam hal berbicara di depan publik, berkat kemampuan tersebut membuat Yudha dipercaya sebagai moderator pada salah satu acara seminar Internasional di tahun 2016. Yudha juga merupakan koordinator Komunikasi dan Informasi di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas Bahasa dan Seni pada tahun 2015, yang semakin melatihnya untuk beretorika dalam berbicara.

Menurut pemuda berusia 22 tahun ini, antara organisasi dan kuliah haruslah sejalan karena sama-sama penting sebagai salah satu modal di masa depan. "Mahasiswa bukan hanya dituntut pandai dalam bidang akademik, namun juga harus melatih potensi diri dan organisasi merupakan salah satu cara yang tepat," ungkap pemuda yang kini tengah bergabung dalam organisasi Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan tersebut.

Meskipun, padatnya kegiatan organisasi dan kuliah, tidak membuat anak dari pasangan Asmara dan Sudirman ini tinggi hati dan melupakan hubungannya dengan Sang Kuasa. Yudha adalah marbut di Musala Amanah FBS. Ia berharap, dengan menjadi pengurus di musala, hubungannya dengan Sang Pencipta lebih dekat. "Jangan terlalu mementingkan dunia, karena orang yang hatinya terikat kepada masjid, Insya Allah dilancarkan jalan menuju surga," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Reporter Online 2017
Jurnalis • Liputan Berita

anak magang
Diedit & Diverifikasi oleh: Ermiati Harahap (Pemimpin Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.