Serangkain prestasi yang diukir Hengki mengakui itu tak lepas dari kerja keras dan dukungan orangtua, dosen, dan teman-temannya. Namun, Pernah satu kali, kata Hengki, untuk mengikuti ajang lomba debat di Malaysia, ia tak mendapat izin dari kedua orangtuanya. Akhirnya, melihat tekad Hengki yang kuat, ia mampu meluluhkan hati orangtuanya. "Pesan yang selalu saya ingat dari orangtua adalah salat. Jangan tinggalkan salat," ungkapnya.
Akhir cerita, Hengki berkeinginan mahasiswa yang ada di UNP seluruhnya bisa berbahasa Inggris. Karena jika tidak, kata Hengki, mahasiswa akan terkesan kurang kompetitif sehingga banyak peluang yang hilang, baik peluang bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit. "Bahasa itu jangan dianggap sebagai ilmu, namun bahasa itu adalah skill yang harus diterapkan dalam kehidupan. Kalau bisa berpikir pun harus dengan bahasa Inggris," tutup Hengki.
Penulis: Rahmah*
Editor: Arrasyd
Komentar (0)