Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) arak-arakan mengelilingi UNP disertai pukulan gendang dan sorak peserta orasi pada penutupan Hari Aspirasi Mahasiswa UNP, Jumat (21/10).
Peserta orasi mengajak mahasiswa yang berpapasan dengan mereka untuk bergabung dalam aksi tersebut. "Ayo bergabung bersama kami untuk menyampaikan aspirasi, buktikan bahwa mahasiswa belumlah mati," ungkap Bima Rekso Wibowo, peserta orasi mahasiswa Jurusan Seni Rupa.
Selain spanduk yang berisikan tulisan tangan peserta orasi, badan dari peserta juga dijadikan media penyampai aspirasi. Diantaranya ada yang dilukis dengan berbagai corak hingga didandani layaknya tokoh pantomim.
Sesampainya di halaman belakang Gedung Rektorat, peserta orasi disambut Kepala Sub Bagian Minat Bakat, Syamsul Bahri, S.Pd., Pembina MPM Aldri Frineldi, S. H., M. Hum., Ph. D., dan juga Alumni UNP Efrans Galuh Setiawan yang pernah menjabat sebagai presiden mahasiswa periode 2008/2009.
Dalam sambutannya, Syamsul Bahri yang akrab disapa Buya mengatakan bahwa Hari Aspirasi adalah langkah terbaik untuk meningkatkan kualitas UNP kedepannya. Ia menyampaikan rasa bangganya atas usaha mahasiswa yang bergiat menjemput aspirasi dari seluruh sivitas akademika UNP agar dapat disampaikan ke pihak birokrat. "Karena memang banyak permasalahan yang harus kita sampaikan kepada pengambil kebijakan," jelasnya.
Lebih lanjut, Buya menambahkan bahwa Rektor UNP sangatlah aspiratif, setiap mahasiswa diberikan kebebasan untuk menyampaikan aspirasi.
Ketua Umum MPM UNP, Syukron Nopri Arpan mengatakan bahwa Hari Aspirasi merupakan langkah awal, setelahnya akan ada kajian-kajian lanjutan dan penandatanganan MoU bersama oleh semua ormawa UNP pada 7 November mendatang. "Saya berharap dengan adanya Hari Aspirasi ini, keluhan-keluhan mahasiswa UNP dapat tersampaikan ke pihak terkait," ungkapnya.
Penulis : Abdul Hamid
Editor: Ermiati Harahap
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!