Berita

Jangan menilai klien secara negatif

"Sebelum kita (konselor) mengenali diri klien, terlebih dahulu kita mengenali siapa diri kita," ujar Assoc. Prof. Dr. Faizah Binti Abdul Ghani dari Universiti Teknologi Malaysia, salah satu pemateri dalam Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling di Auditorium FIP UNP, Sabtu (19/3).

Faizah mengibaratkan konselor seperti tanah. Pertama, tanah subur yang dapat memberikan kehidupan dan cahaya kepada makhluk lain. "Kita sebagai konselor dapat memberikan inspirasi kepada orang lain yang memerlukan bantuan," jelasnya.

Kedua, Faizah mengibaratkan konselor sebagai tanah yang tidak dapat memberikan kehidupan kepada orang lain, tetapi hanya sebagai tempat yang dapat menampung air. Dimana Air tersebut masih bisa diteruskan untuk memberikan kehidupan kepada orang lain.

Ketiga, konselor sebagai tanah tandus yang tidak bisa memberikan kehidupan dan tidak bisa memberikan kebahagiaan. "Semuanya bergantung kepada diri masing-masing konselor," ujarnya.

Selain itu, Faizah juga mengatakan bahwa ada tiga hal yang perlu dimiliki seorang konselor yaitu Intelligence Quotient (IQ), Emosional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ).

Seorang konselor harus mantap dalam hal spiritual dengan cara mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Pada pembahasan kemantapan spiritual, Faizah menyampaikan tiga aspek pada anggota tubuh konselor yang penting dalam memberikan konseling. Diantaranya mata, telinga, dan lidah.

Faizah menjelaskan bahwa seorang konselor hendaknya tidak melihat klien dengan pandangan penghinaan. Sebab klien yang datang kepada konselor adalah orang yang memerlukan bantuan. "Kita tidak boleh menilai klien secara negatif walaupun klien kita adalah seorang pembunuh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Faizah menjelaskan bahwa seorang konselor dilatih untuk setia mendengarkan keluhan dari klien. Di tengah penyampaian materi, Faizah meneteskan air mata ketika teringat dengan wajah-wajah kliennya yang tidak diabaikan oleh keluarganya. Namun, kata Faizah mereka masih mempunyai harapan untuk meneruskan kehidupan dan memiliki sesuatu hal yang ingin dituju. "Disinilah peran konselor untuk membantu mereka agar menjadi lebih baik," ungkapnya.

Aspek terakhir yakni lidah. Faizah mengatakan bahwa seorang konselor hendaknya menjaga lidah dari berbohong, mengingkari janji, mengumpat, membantah, dan lainnya.

Penulis: Resti Febriani

Editor: Ermiati Harahap

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Resti Febriani
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Ermiati Harahap (Pemimpin Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.