Berita

Pengamat: Kearifan Lokal Dapat Tangkal Radikalisme

Kearifan lokal memiliki peranan penting dalam menangkal berkembangnya komunisme dan radikalisme di Indonesia.

"Masyarakat harus membentengi diri dengan ilmu dan menguatkan iman agar tidak dimasuki oleh paham-paham komunisme dan radikalisme," kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatra Barat M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu dalam diskusi publik di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial UNP, Rabu (25/11).

Selain Sayuti, dalam diskusi ini juga hadir sejumlah tokoh yakni, Pengamat Sosial Politik UNP Azwar Ananda, Pemimpin Umum Harian Haluan Zul Efendi dan Wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatra Barat Heru Permana, dengan moderator Ketua Jurusan Sejarah UNP Hedra Naldi.

Azwar Ananda menambahkan, perkembangan radikalisme dan komunisme di Indonesia juga dapat ditangkal dengan menanamkan kembali komitmen bangsa dan nilai-nilai pancasila. Komitmen ini, kata dia, harus diaplikasikan oleh semua kalangan, tak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan generasi muda.

"Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan," ujarnya.

Azwar melanjutkan, radikalisme biasanya berbentuk ancaman, terror, kekerasan dan bisa berbasis agama tertentu, ideologi atau isu-isu global. Di Indonesia, kata dia, pada umumnya radikalisme berbasis agama Islam.

Menurutnya ada beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya radikalisme agama, yakni minimnya pengetahuan tentang agama, semangat berlebihan dalam mengamalkan ajaran agama, keliru menilai perilaku umat beragama, dan pengaruh luar negeri.

Di lain sisi, Heru Permana menambahkan, masyarakat harus memperkenalkan ajaran agama, pemahaman tentang ilmu nusantara dan jiwa nasionalisme sejak dini kepada anak-anak tanpa kekerasan. Selain itu, kata dia, pemuda sangat berperan dalam melindungi NKRI.

"Dengan memahami dan menjalankan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat menangkal berkembangnya komunisme dan radikalisme," tambahnya.

Sementara dari sudut pandang media massa, Zul Efendi mengatakan bahwa media massa harus memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam memberikan informasi yang benar dan tepat kepada publik.

"Masyarakat harus cerdas menanggapi isu-isu yang beredar di media massa," ungkapnya.

Penulis: Zikri Fadila*

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Hari Jimi Akbar
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Novarina Tamril (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.