Memasuki hari ketiga Gebyar Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK) juga diselenggarakan acara penutupan pameran stand dari Sentra PK-LK 2015 se-Indonesia. Pameran dan stand tersebut merupakan stand perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari masing-masing provinsi dengan memamerkan hasil kerajinan tangan anak berkebutuhan khusus, Rabu (4/11).
Perlombaan menghias stand tersebut dilakukan sekreatif mungkin oleh setiap SLB. Dalam pameran tersebut, setiap stand mempromosikan hasil kerajinan anak berkebutuhan khusus, di antaranya membuat tas dari berbagai macam bahan, menjahit baju, mukena, membuat assesoris, keterampilan tata rias, keterampilan tata boga, dan keterampilan sablon. Salah satu kerajinan tangan anak-anak tersebut yaitu pembuatan pin dan gantungan kunci yang langsung dilakukan oleh siswa tunarungu dari Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum penutupan pameran secara resmi, Direktur Direktorat PK-LK yang diwakili oleh R. Ahmad Yusuf, M.Pd. selaku Bagian Bakat dan Prestasi mengungkapkan apresiasinya terhadap pameran tersebut. Ahmad menjelaskan, untuk ke depannya Gebyar PK-LK ini harus lebih semarak lagi dan karya-karya yang ada di pameran tersebut adalah karya nyata Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Semoga semua tenaga pendidik dapat membantu dan mengembangkan kemampuan ABK dalam akademik maupun nonakademik," harapnya.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan pesan dari Direktorat PK-LK agar para pendidik mencari anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah. Hal tersebut diharapkan karena pada 2016 mendatang, beasiswa bagi ABK akan ditingkatkan lagi. "Oleh karena itu, kita dapat meningkatkan bakat dan prestasi mereka seoptimal mungkin," jelasnya.
Penulis: Redda Wanti
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!