Kira-kira, sudah dua jam lewat setelah kejadian tenggelamnya seorang siswa sekolah dasar di Kolam Renang Lama Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (UNP) berlangsung, empat bocah ini masih berada di Polsek Padang Utara, Selasa (1/9). Mereka adalah teman-teman sepermainan siswa yang tenggelam tersebut, Belly Wahyu Setiawan Halawa (11). "Mereka masih menunggu izin pulang," kata Ipda Joni Satria, Kanit Intel Polsek Padang Utara.
"Kami takut diskors, Kak," ujar Albert (12), salah seorang dari mereka saat itu di suatu ruangan Polsek Padang Utara, tempat mereka memberikan kesaksian. Raut cemas terlihat jelas di wajah mereka yang tertunduk lesu. Refli (12) tengah menelungkupkan kepalanya di atas meja. Saat itu dia masih mengenakan pakaian olahraga dilapisi jaket berwarna biru dongker. Pun begitu dengan Dani yang berbaju olahraga dan bercelana pendek. Weldi (12) yang duduk berdua di satu kursi yang sama dengan Dani, menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi tersebut. Namun, Albert masih bisa menegakkan kepalanya sambil menengok-nengok keluar ruangan dari kursi tempat ia duduk. Albert pun masih berseragam olahraga lengkap dengan sepatu sekolahnya, sedangkan Weldi sudah mengganti pakaian dengan baju putih dan celana pendek merah.
"Kami sudah berusaha menolong," sambung Albert kembali. Dia berusaha menceritakan kronologi kejadian tersebut. Dia menjelaskan bahwa saat itu mereka sudah pulang dari sekolah dan menuju rumah masing-masing. Albert tinggal di daerah yang berbeda dari keempat temannya. Sebelum pulang, Albert hendak menfotokopi buku terlebih dahulu. Namun, tiba-tiba saja teman-temannya mengajak pergi bermain. Kemudian, sekira pukul 1 siang, mereka berlima berkumpul untuk merencanakan pergi bermain dengan menggunakan sepeda. "Awalnya saya tidak tahu mau pergi bermain kemana," jelas Albert lagi.
Setiba di lokasi, mereka langsung melepaskan pakaian dan mandi-mandi di pinggir kolam yang masih terbilang dangkal. Kecuali Belly yang tidak bisa berenang, hanya diam saja di pinggir kolam tersebut. Sebelumnya mereka sudah diperingatkan Satpam UNP untuk tidak bermain di sana. Namun, teguran tersebut tidak mereka indahkan. Hampir setengah jam berlalu, sekira pukul 2 siang, Albert pun hampir terbenam ke tengah kolam yang diperkirakan memiliki kedalaman 7 meter tersebut, tetapi Weldi segera menolong. Beberapa saat kemudian, Belly lah yang terpeleset. "Weldi sudah memegang lehernya, Kak, tetapi dia lepaskan," kata Dani menjelaskan. Namun, raut cemas masih tak hilang dari wajahnya.
Sekira lima menit kemudian, barulah datang mahasiswa UNP untuk menolong mereka. Pertolongan pertama dilakukan mahasiswa tersebut dengan memompa jantung dan memberikan nafas buatan kepada korban. Saat itu keluar busa dari mulut korban. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatra Barat. Setiba di sana, korban tak lagi bernyawa dan dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 14.20 WIB.
Jarum jam tangan pun sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. Namun, empat bocah tersebut masih duduk di ruangan tadi menunggu kepastian kapan bisa pulang dengan raut cemas yang tak kunjung hilang dari wajahnya.
Penulis: Juliana Murti
Editor: Novarina Tamril
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!