Isak tangis kedua orang tua Belly Wahyu Setiawan Halawa atau yang biasa disapa Abell (11) pecah ketika melihat jasad anaknya terbujur kaku di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Selasa (1/9).
"Belum tercapai harapan bapak, Nak," ratap Maret Marhalawa, ayah korban sambil memeluk jasad putra sulungnya itu.
Pun ibu korban. Yani Lase sempat pingsan di samping jasad anaknya yang sudah tak bernafas itu. "Sebentar lagi kamu mau masuk SMP, Nak," ujarnya berkali-kali. Yani mengaku, sebelum Abell main ke kolam, ia sempat bertemu Abell di jalan dan melarangnya untuk main ke sana. Namun, Abell tak menghiraukan dan tetap pergi dengan empat temannya.
Nahas, bocah yang duduk di kelas VI pada salah satu sekolah dasar di Air Tawar Padang itu tewas tenggelam di kolam renang lama yang berada di samping Gedung Kolam Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, sebelum sempat dilarikan ke Rumah Sakit.
Penulis: Hari Jimi Akbar, Sri Gusmurdiah
Editor: Novarina Tamril
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!