Usai mementaskan drama Penagih Hutang karya Anton P. Chekov di Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP), sutradara dan aktor teater ini menuai kritikan dari penonton, Kamis (2/7). Pementasan yang dihadiri oleh para anggota Aliansi Teater Independen Kota Padang menilai pertunjukan ini masih memiliki banyak kekurangan.
Dalam sesi diskusi, empat orang penonton turut memberikan komentar terkait pertunjukan. Salah seorang di antaranya adalah Dito, mahasiswa UNP. Menurut Dito, keresahan dari lakon ini belum nampak dan tidak tersampaikan kepada penonton.
Selain Dito, Robby W. Riyodi, anggota Teater Serunai Laut melihat bahwa artikulasi aktor masih kurang jelas. Hal ini sangat disayangkan oleh Robby karena menurutnya naskah karya Chekov merupakan naskah realis yang kekuatan utamanya terletak dalam dialog tokoh.
Tak hanya itu, Arya Sastra Putra, mahasiswa Prodi Sastra Indonesia TM 2010 lebih menyoroti blocking pemain yang sering membelakangi penonton. "Ekspresi aktor jadi tidak kelihatan," tambahnya.
Menanggapi berbagai kritikan itu, sutradara pementasan, Yonkki Ibrahim menyikapinya dengan bijaksana. Ia dan tim akan menggunakan kritikan tersebut sebagai perbaikan di pementasan selanjutnya.
Terlepas dari segala kritikan tersebut, tetap ada penonton yang memuji pementasan ini, di antaranya adalah Hari. Ia mengatakan bahwa kawan-kawan Teater NOL sudah berani untuk mementaskan drama ini. "Hal itu patut diapresiasi," ungkap Hari selaku penonton.
Penulis: Hera Gusmayanti
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!