Kabar meninggalnya Eka Sofiadita, mahasiswa UNP yang menjadi korban kecelakaan kereta api menyebar cepat di sosial media. Selain ucapan selamat jalan dan doa yang dihaturkan oleh teman dan orang terdekat, foto nahas tubuh korban pun beredar luas di jejaring sosial, seperti Facebook dan BBM.
Beredarnya foto tanpa sensor tersebut disayangkan oleh senior korban, Dani Rahman Zainal. "Di mohonkan kepada yang memiliki foto/gambar Eka Sofiadita korban kecelakaan di air tawar tadi siang.. Untuk tidak menyebarkan foto/gambar tersebut... Mengingat keluarga korban sedang berduka. Ingat kebaikannya semasa hidup bukannya Menyebar2 foto kecelakaannya tanpa sensor sedikitpun!Terimakasih," demikian tulis mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan TM 2012 di akun Facebooknya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh pemilik akun Facebook Nhalin Et Minishtra. "Utk teman2 sahabat2 adek2 kakak2, kita lgi berduka. Lebih baik mengirimkan doa utk almarhumah dibanding ngpost foto kecelakaannya yg tanpa sensor sedikitpun. Itu melanggar etika jurnalistik," tulisnya.
Sebagaimana yang termuat dalam kode etik jurnalistik Pasal 4, wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
Penulis: Sri Gusmurdiah
Editor: Yola Sastra
Komentar & Tanggapan Pembaca (1)
Yang menyebarkan foto2 korban kecelakan kereta api eka sofiadita mahasiswa unp...itu orang2 yg tak punya rasa sedih..senang diatas Penderitaan orang lain..lebih baik mendoakan agar arwahnya diterima disisi allah swt amin.Â