Dalam rangka menyemarakkan ulang tahun yang ke-26, Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik TV di Ruang KT-02 lantai 3 Gedung Teknik Pertambangan UNP, Minggu (24/5). Mengusung tema 26 Tahun: Sebuah Jalan Menuju Kesusksesan, pelatihan ini menghadirkan Wartawan Trans 7, Rino Mulyadi sebagai pemateri.
Selaku ketua pelaksana, Neki Sutria berharap, agar peserta dalam pelatihan ini dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. "Semoga peserta dapat memperoleh pengetahuan dan terampil dalam bidang Jurnalistik TV," harapnya.
Senada dengan Neki, Pemimpin Umum SKK Ganto UNP, Meri Susanti berharap, peserta mendapatkan ilmu bermanfaat dari pelatihan ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai jurnalis. Ia juga menjelaskan, Pelatihan Jurnalistik TV ini merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun SKK Ganto ke-26. Selain pelatihan ini, juga diadakan berbagai macam lomba, di antaranya lomba penulisan cerpen, artikel, puisi, dan foto jurnalistik. "Semua peserta pelatihan ini juga bisa ikut serta dalam lomba tersebut," tuturnya.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pembina SKK Ganto, Prof. Dr. Ermanto, M.Hum.. Dalam sambutannya, Ermanto menyampaikan bahwa jurnalistik atau pers adalah kekuatan keempat yang masih diakui sampai sekarang baik di pers cetak maupun elekronik. Ia berharap, meskipun aktif dalam dunia jurnalistik, mahasiswa juga harus aktif dalam akademiknya. "Mahasiswa harus sukses untuk kedua bidang itu," tegasnya.
Selaku Pemateri, Rino Mulyadi dalam penyampaian materinya membahas mengenai Format Berita dan Bahasa Jurnalis TV. Format berita terdiri dari Voice Over (VO), VO-Grafik, Sound on Tape (SOT), Package (PKG), Live on Cam, Live on Tape (LOT), Live by Phone, Phone Record, Visual News, dan Vox Pop (suara rakyat). Bahasa Jurnalistik TV harus jelas, sederhana, dan aktif. Jelas maksudnya bahasa kalimat yang digunakan hanya untuk satu gagasan saja, sederhana dalam menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat pernyataan, dan aktif. Para penulis berita menggunakan kalimat aktif karena lebih menarik.
Rino juga mengungkapkan pengalamannya, bahwa persaingan di pers elektronik salah satunya TV sangat ketat. "Kita dituntut untuk bersaing dalam mendapatkan informasi," katanya. Untuk menjadi Jurnalis TV harus memiliki keberanian. "Walaupun pengalaman sudah banyak jika tidak berani maka tidak akan bisa menjadi Jurnalis TV," ujarnya.
Penulis: Resti Febriani
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!